Upaya Pemulihan Satelit Selesai, Telkom Tetap Monitor Konektivitas

"Telkom akan memonitor kestabilan layaan konektivitas setelah recovery Telkom-1," kata Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga
Michael Reily
Oleh Michael Reily
12 September 2017, 16:53
Telkom
Arief Kamaludin|KATADATA
Telkom KATADATA|Arief Kamaludin

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan proses pengarahan ulang 15.019 antena dari satelit Telkom-1 sudah selesai pada hari Minggu kemarin. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini menyatakan akan terus memonitor dan menjaga kestabilan layanan konektivitas pascapemulihan. 

"Telkom akan memonitor kestabilan layaan konektivitas setelah recovery Telkom-1," kata Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga saat konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (12/9). (Baca: Telkom Sewa Satelit Cina untuk Migrasi Pelanggan Telkom-1)

Hingga saat ini Telkom tercatat telah memulihkan layanan konektivitas sebanyak 15.019 titik antena. Terdiri dari 11.574 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan 3.445 titik non-ATM. Alex mengaku biaya pemulihan ini ditanggung oleh Telkom, perhitungannya masih dilakukan oleh bagian keuangan.

Menurutnya, Telkom menggunakan tiga cara untuk menyelesaikan layanan. Sebanyak 81% titik menggunakan solusi pengarahan ulang antena parabola ke satelit lain, 14% menggunakan sistem pemanfaatan mesin, dan 5% sisanya menggunakan teknologi serat optik.

"Selain repointing antenna ground segment, Telkom juga memanfaatkan dua teknologi alternatif sebagai solusi sementara untuk mempercepat pemulihan," kata Alex. (Baca: Kemkominfo Ajukan Permintaan Penangguhan Slot Satelit Telkom 1)

Sebagai bagian dari monitor konektivitas hubungan, pihak Telkom bakal menawarkan 19% persen pelanggan yang belum melakukan pengarahan ulang antena parabola ke satelit. Sehingga, proses peralihan dan pelayanan pengguna Telkom-1 akan mendapatkan porsi yang sama.

Meski proses peralihannya sudah selesai, masih ada beberapa laporan dari pihak perbankan mengenai masalah layanan ATM. Menurut Alex, masalah tersebut bukan disebabkan gangguan satelit. Layanan ATM ini masih harus diatur ulang, karena ada gangguan hubungan. 

"BCA mengatakan urusan konektivitas sudah selesai tapi membutuhkan waktu untuk mengatur ulang layanannya," jelas Alex.

Telkom mengerahkan 2.129 orang untuk melakukan layanan pemulihan. Mengapresiasi kinerja teknisi, Menteri Komunikasi dan Informatika memuji komitmen Telkom menyelesaikan masalah satelit.

"Khususnya teknisi TelkomGroup di lapangan atas totalitasnya memulihkan seluruh antena di berbagai lokasi," kata Rudiantara. (Baca Ekonografik: Uzur, Satelit Telkom-1 Dinonaktifkan)

Reporter: Michael Reily

Video Pilihan

Artikel Terkait