Jepang Siap Bantu Pembangunan 6 Sentra Perikanan di Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menargetkan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 12 wilayah Indonesia
Michael Reily
Oleh Michael Reily
25 Agustus 2017, 10:16
Pelabuhan perikanan samudera Bitung
Donang Wahyu|KATADATA

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku telah melakukan kunjungan kerja ke Jepang beberapa hari lalu. Dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono untuk membahas rencana pemberian bantuan kepada Indonesia terkait kerja sama di sektor perikanan.

Untuk merealisasikan bantuan ini, Taro menyatakan Japan International Cooperation Agency (JICA) siap bekerja sama dengan Indonesia melakukan riset untuk proyek pembangunan 6 Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). "Jepang siap bekerja sama dengan Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas usaha Indonesia memberantas Illegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing," kata dia dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (25/8).

Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menargetkan pembangunan SKPT di 12 titik, yaitu Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak, Mimika, Rote, Sumba Timur, dan Sabang. Sejauh ini, JICA baru akan memberikan bantuan pangkalan pendaratan ikan terintegrasi dan pembangunan pelabuhan di Natuna.

(Baca: Jokowi Segera Resmikan Sentra Kelautan Perikanan di Natuna)

Pihak Jepang juga bakal mengadakan seminar terkait teknologi yang dapat digunakan untuk mempertahankan sumber daya perikanan dari praktik penangkapan ikan ilegal di laut Indonesia. Taro juga menyatakan masyarakat Jepang senang dengan produk ikan tuna yang berasal dari Laut Sulu dan Laut Banda. Menurut catatan KKP, kedua wilayah tersebut merupakan 60 persen zona pengembangbiakkan tuna di dunia.

Di sisi lain, Susi menyatakan pihak Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur dan teknologi kelautan dan perikanan dari Jepang. Tujuannya adalah pengoptimalan potensi dalam eksploitasi dan pemasaran produk perikanan dan kelautan yang ada di wilayah Indonesia.

"Reformasi di bidang perikanan bukan hal yang mudah, apalagi dengan tekanan regional yang selama ini mendapat pasokan ikan dari hasil curian di wilayah Indonesia," ungkapnya.

Susi berharap pembangunan infrastruktur dan teknologi dapat menjadi keran pembuka investasi bagi negara lain. Peningkatan kemampuan pengelolaan produk kelautan dan perikanan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

"Saya ingin Jepang juga mulai berinvestasi di Indonesia (sektor kelautan dan perikanan), kami buka sebesar-besarnya," jelas Susi.

Video Pilihan

Artikel Terkait