Ikut Pameran Makanan di Jerman, Pemerintah Incar Rp 200 Miliar

"Diharapkan target pembeli potensial pada pameran Anuga mencapai lebih dari US$ 3 juta dan transaksi di tempat mencapai lebih dari US$ 12 juta," kata Enny
Michael Reily
Oleh Michael Reily
22 Agustus 2017, 17:11
Makanan Minuman
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Pemerintah tengah berupaya untuk mendorong ekspor makanan dan minuman ke pasar Eropa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengikutsertakan industri Indonesia pada ajang promosi makanan makanan dan minuman dunia, Pameran Anuga di Cologne, Jerman.

 

 

"Diharapkan target pembeli potensial pada pameran Anuga mencapai lebih dari US$ 3 juta dan transaksi di tempat mencapai lebih dari US$ 12 juta," kataSekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Enny Ratnaningtyas kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (22/8).

Dia mengaku meski anggaran Ditjen Industri Agro tidak sebanyak Ditjen Industri Kecil dan Menengah, pihaknya terus berupaya mendorong ekspor. Salah satu caranya adalah lewat pameran internasional. Pengenalan produk harus dilakukan untuk mendapatkan perhatian dunia. Apalagi Jerman dianggap salah satu pintu gerbang untuk pasar Eropa.

(Baca: Pemerintah Bawa 21 Perusahaan Berpromosi ke Afrika)

Pada pameran Anuga yang berlangsung tanggal 7-11 Oktober 2017, pemerintah bakal menyiapkan konsep Sumatera Barat pada Pavilion Indonesia untuk memancing minat pengunjung datang. Pavilion Indonesia akan diisi 15 perusahaan makanan dan minuman yang mempromosikan produk olahan ikan, makanan ringan, teh, kopi, minuman ringan, produk cokelat olahan, tepung, dan bahan makanan organik.

Enny menjelaskan keikutsertaan Indonesia tahun ini merupakan yang kedua kalinya. Pada 2015, Paviliun Indonesia dapat membukukan transaksi potensial sebesar US$ 2,4 juta dan transaksi di tempat mencapai US$ 11,6 juta.

Menurut catatan Anuga, pada 2015 jumlah kunjungan sepanjang pameran pada 2015 mencapai 158 ribu orang dari 192 negara. "Diharapkan keikutsertaan Indonesia dapat mencari dan membuka peluang pasar nontradisional," ujar Enny.

(Baca: Investasi Rp 1,5 Triliun, Perusahaan Eropa Akan Bangun Pabrik Makanan)

Video Pilihan

Artikel Terkait