Antisipasi Banjir, Pemerintah Siapkan Sejumlah Proyek di Jawa Barat

"Kami minta Gubernur (Jawa Barat) mempercepat izin Analisis Mengenai Dampal Lingkungan (Amdal) untuk terowongan (Jompong)," kata Basuki
Ameidyo Daud Nasution
5 Juli 2017, 20:39
Kementerian PUPR AK
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah terus berupaya mengatasi banjir yang kerap terjadi di sejumlah daerah, salah satunya di Provinsi Jawa Barat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku tengah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) di provinsi tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek yang disiapkan antara lain adalah pembangunan check dam atau tanggul pengendali di empat sungai Kabupaten Garut. Check dam adalah bendungan kecil yang dibuat pada alur jurang atau sungai. Fungsinya untuk mengendalikan sedimen dan aliran air.

Saat ini Kementerian PUPR telah membangun 140 check dam di seluruh sungai Citarum untuk mengurangi sedimentasi sungai. Sedangkan langkah-langkah lain juga dilakukan oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) lainnya. (Baca: Pemprov DKI Petakan Titik Prioritas Tanggul Jakarta)

Selain itu, kementerian juga akan membangun terowongan Jompong di Sungai Citarum untuk mengurangi banjir Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. "Kami minta Gubernur (Jawa Barat) mempercepat izin Analisis Mengenai Dampal Lingkungan (Amdal) untuk terowongan (Jompong)," kata Basuki usai rapat soal banjir Jawa Barat di kantor Wakil Presiden, Rabu (5/7).

Basuki mengatakan upaya pencegahan dan penanganan banjir serta pembangunan infrastrukturnya ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian PUPR. Perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah setempat. (Baca: 80 Persen Sumber Daya Air Indonesia Belum Termanfaatkan)

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mengatakan pemerintah mempertimbangkan kenaikan anggaran dalam memperbaiki hutan serta lahan di wilayah Jawa Barat, khususnya di sekitar sungai Citarum dan Cimanuk.

Meski begitu, dia tidak menyebut secara detail berapa kenaikan dana dalam meminimalisir potensi banjir tersebut. "Tapi memang ditambah karena selama ini dianggap kurang," kata Deddy.

Video Pilihan

Artikel Terkait