Luhut Janjikan Tragedi Brexit Tak Terulang pada Mudik 2017

Dimas Jarot Bayu
23 Juni 2017, 10:34
Mudik Cipali
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Sejumlah kendaraan pemudik memadati tol Cipali-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (21/6).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap peristiwa kemacetan yang menyebabkan 12 orang tewas di pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit) tahun lalu tak akan terulang pada mudik kali ini. Dia mengklaim pemerintah telah mempersiapkan mudik kali ini dengan maksimal.

"Seperti Brexit yang kita takutkan tahun lalu, insyaAllah tidak terjadi lagi karena sudah ada jalan darurat, tol darurat (fungsional) yang sudah kami siapkan. Tapi tentu malam hari belum bisa dilalui, karena masih berbahaya," ujarnya. (Baca Ekonografik: 6 Cara Hidari Macet di Brexit)

Luhut menjelaskan tahun ini pemerintah telah menyiapkan jalan darurat berupa tol fungsional untuk mengantisipasi kemacetan panjang. Beberapa ruas jalan tol baru telah difungsikan dengan total panjang 402 kilometer. Ruas tol ini terdiri dari tol Trans Jawa sepanjang 337 kilometer dan Trans Sumatera sepanjang 65 kilometer.

Ruas tol Trans Jawa yang akan difungsikan mulai dari Brebes Timur hingga Weleri di Jawa Tengah, sepanjang 110 km. Setelah Weleri, jalan tol ini terputus dan pemudik diarahkan melewati jalan lain. Pemudik bisa melalui tol Trans Jawa yang fungsional mulai dari Semarang (Jawa Tengah) hingga Surabaya (Jawa Timur). Ruas tol tersebut adalah  Semarang-Salatiga, Solo-Ngawi-Kertosono, hingga Kertosono-Surabaya.

(Baca: Tiga Jalur Mudik Disiapkan untuk Cegah Horor Brexit)

Sedangkan ruas Trans Sumatera yang siap difungsikan adalah ruas Palembang-Indralaya seksi I, Bakauheni-Terbanggi Besar segmen Simpang Susun (SS) Kotabaru hingga SS Lematang, Medan-Binjai seksi 2 dan 3, serta tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi.

Luhut juga mengklaim angkutan massal yang dipersiapkan untuk mudik kali ini sudah cukup bagus. Pemerintah menambah angkutan massal dengan melihat adanya lonjakan penumpang sebesar 4 persen atau mencapai 19 juta orang pada musim mudik tahun ini.

(Baca: Harga Tiket 20 Kereta Ekonomi Bakal Naik Setelah Lebaran)

Selain itu, kesiapan angkutan mudik juga telah dimonitor. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan kelaikan (ramp check) terhadap seluruh moda transportasi yang disiapkan beroperasi pada masa Angkutan Lebaran 2017.

Terkait angkutan darat, Kementerian Perhubungan juga telah memastikan ada 70 persen bus yang laik jalan. Bus tersebut telah ditandai dengan stiker biru, yang menyatakan bahwa telah mengikuti ramp check. "Kami imbau masyarkat memilih bus yang sudah berstiker. Nanti juga ada razia dari polisi untuk menindak kalau ada bus yang tidak berstiker beroperasi," tutur Budi.

(Baca: Menhub Larang Operasi 30% Angkutan Darat Mudik Tak Laik Jalan)

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan sebanyak 3.826 posko kesehatan selama mudik Lebaran 2017. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengatakan, posko kesehatan itu meliputi 3.141 pos kesehatan dari Dinas Kesehatan, 207 pos kesehatan dari KKP, 374 rumah sakit rujukan, dan layanan darurat sekitar 104 Public Security Center (PSC) yang dapat dihubungi di nomor 119.

Advertisement

Menurut Nila, pihaknya memperhatikan kesehatan masyarakat kala mudik Lebaran 2017 ini. Ia pun mengimbau agar masyarakat bisa menjaga kesehatan selama bermudik. "Kami sangat concern terhadap kecelakaan lalu lintas. Kami minta pemudik hati-hati, jaga kesehatan sebelum pulang. Kalau sakit jangan pulang dulu lah. Jangan lupa bawa obat," ucap Nila.

Sementara, Pertamina telah mengantisipasi adanya lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) saat arus mudik dan balik Lebaran 2017. Pertamina menjaga stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman. Ketahanan stok Premium akan mencapai 24 hari, Solar 26 hari, Dex 37 hari. Lalu, Avtur 22 hari, dan LPG 16 hari. Adapun, stok pertamax disediakan mencapai 24 hari, Pertamax Turbo 22 hari, dan Pertalite 21 hari.

(Baca: Empat Daerah Rawan Kekurangan Pasokan BBM)

Adapun dari sektor komunikasi, pemerintah telah menyiapkan aplikasi 'Ayo Mudik'. Aplikasi ini dibuat sebagai panduan perjalanan saat Lebaran 2017 yang menyediakan informasi terpadu mengenai jalur mudik, fasilitas di sepanjang jalur perjalanan, serta titik kemacetan.

'Ayo Mudik' juga menyediakan informasi yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Komunikasi dan Informasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan (BMKG), Kepolisian Republik Indonesia dan lembaga lainnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait