Jokowi Minta Jaga Keberlangsungan Pariwisata dan Kreativitas Bali

"Dengan modal budaya dan kreativitas, Provinsi Bali telah memberikan warna yang positif bagi citra Indonesia di mata dunia. Karena wisatawan mancanegara lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia"
Ameidyo Daud Nasution
14 Juni 2017, 19:50
Jokowi
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta keberlangsungan pariwisata serta industri kreatif di provinsi Bali tetap dapat dijaga. Hal ini lantaran kedua sektor tersebut merupakan dua pemacu utama ekonomi pulau Dewata tersebut saat ini.

Dalam pembukaan rapat terbatas soal proyek strategis di provinsi Bali, Jokowi mengatakan dari sisi pariwisata bahkan wisatawan mancanegara lebih mengetahui Bali ketimbang Indonesia itu sendiri. Ini membuktikan masyarakat internasional mengetahui Bali sebagai destinasi pariwisata yang perlu dijaga keberlangsungannya.

"Dengan modal budaya dan kreativitas, Provinsi Bali telah memberikan warna yang positif bagi citra Indonesia di mata dunia. Karena wisatawan mancanegara lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia," kata Jokowi di kantornya, Jakarta, Rabu (14/6).

(Baca: Pemerintah Siapkan Wisata Kapal Pesiar Bali-Labuan Bajo)

Menurutnya Bali memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia yang perekonomiannya digerakkan oleh pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah. Perekonomian Bali digerakkan oleh sektor pariwisata dan industri kreatif yang lebih mengandalkan modal budaya dan kreativitas.

“Dua sektor ini harus dijaga keberlangsungannya sehingga betul-betul bisa memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan rakyat dan juga kemajuan Bali,” kata Presiden.

Sebelumnya Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto mengatakan saat ini Bali mendapat sorotan wisatawan mancanegara. Terutama setelah kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi, ke Bali. Bahkan Raja Salman bersama rombongan memperpanjang masa liburannya dari enam hari menjadi delapan hari.

(Baca: Hotel di Bali Belum Bisa Menuai Berkah dari Kunjungan Raja Arab)

Meski begitu, kunjungan Raja Arab yang diharapkan menjadi momentum pertumbuhan hunian hotel di Bali, ternyata hingga kini masih stagnan. "Bali harus lebih mengeksplorasi destinasi wisata lainnya untuk menarik kedatangan turis," ujar Ferry beberapa waktu lalu. 

 

Apalagi menurutnya, pemerintah telah menargetkan 6 juta kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang tahun ini. Jumlahnya lebih tinggi 26,4 persen dibandingkan target tahun lalu. Berdasarkan kajian Colliers, selain kunjungan wisatawan asal Timur Tengah pasca kunjungan Raja Salman, Bali juga perlu memikirkan strategi khusus untuk menjaring wisatawan asal Tiongkok dan India yang menunjukkan pertumbuhan cukup pesat.

Tren kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Bali cenderung rendah pada kuartal I setiap tahunnya. Kemudian akan terus meningkat hingga akhir tahun. Pada 2017, penurunan jumlah wisatawan menuju Bali saat ini karena kondisi low season.

(Baca: Pertemuan IMF-World Bank, Pemerintah Sulap Hotel Jadi Kantor)

Video Pilihan

Artikel Terkait