Pemerintah Siapkan 100 Ribu Hektare Lahan Untuk Jenis Padi Baru

Varietas padi baru ini memiliki masa tanam yang singkat, hanya 70 hari hingga panen. Sementara jenis padi lain membutuhkan waktu tanam hingga 120 hari.
Ameidyo Daud Nasution
10 April 2017, 16:46
sawah
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan menyediakan 100 ribu hektare lahan untuk ditanami varietas padi baru jenis M70D. Bahkan dia menjanjikan lahan tersebut akan tersedia dan digunakan tahun ini.

Amran memerintahkan jajaran kementeriannya untuk mencari lahan tersebut. "Jangan sampai ditawar lagi, sediakan 100 ribu hektar tahun ini," kata Amran saat membuka Rapat Kerja Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Jakarta, Senin (10/4).

Kehadiran Amran membuka rapat asosiasi petani ini menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berhalangan hadir untuk memberikan pengarahan. Amran berharap penanaman padi jenis ini dapat mempercepat target Jokowi agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dari sebelumnya 30 tahun menjadi 10 tahun.

"Ini grand design yang akan kami percepat," katanya. (Baca: Pelibatan TNI dalam Gerakan Menanam Padi Menuai Kritik)

Advertisement

Ketua Umum HKTI yang baru saja dilantik Moeldoko mengapresiasi dukungan pemerintah menyediakan lahan 100 ribu hektar untuk ditanami varietas padi M70 D. Jenis padi M70D yang dikembangkan langsung oleh HKTI ini baru saja mendapat sertifikasi oleh Kementerian Pertanian pada bulan lalu.

Moeldoko mengatakan keunggulan utama M70D adalah masa tanam yang relatif lebih pendek ketimbang varietas padi lainnya. Padi jenis ini hanya memerlukan masa tanam sekitar 70 hari, sedangkan padi biasa masih memerlukan 120 hari tanam hingga siap dipanen.

"Jadi dalam setahun bisa empat kali panen," kata Moeldoko. (Baca: Jokowi Apresiasi Keberhasilan Menteri Pertanian Setop Impor Beras)

Moeldoko juga menjelaskan hingga saat ini HKTI telah menanam padi M70D di lahan seluas 1.000 hektare. Dirinya bahkan kembali mengklaim dari hasil penanaman di Kabupaten Jember, satu hektar bisa menghasilkan 9,6 ton gabah. Setidaknya, kata Moeldoko, paling sedikit bisa panen sekitar 28 ton dalam satu tahun.

Dia mencoba membuat simulasi dengan menanam padi ini di lahan seluas 2 juta hektare. Dengan perhitungan panen minimal 28 ton per tahun, sawah yang ditanami padi N70D ini bisa menghasilkan 56 juta ton gabah. Setelah diolah, paling sedikit bisa menghasilkan 28 juta ton beras.

Saat ini total kebutuhan beras nasional mencapai 36 juta ton per tahun. Dengan menanam padi N70D, di lahan seluas 2 juta hektare saja sudah bisa mencukupi  78 persen kebutuhan nasional.

(Baca: Pemerintah Akan Bangun Kolam 3,9 Juta Hektare Untuk Irigasi Pertanian)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait