Audit BPKP Rampung, PLN Lanjutkan Bangun 23 Pembangkit Mangkrak

Dari 34 proyek pembangkit yang mangkrak, ada 23 proyek yang dilanjutkan dan 11 proyek lainnya diterminasi
Miftah Ardhian
6 April 2017, 08:57
Pembangkit Listrik Muara Tawar, Bekasi
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan telah menerima hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) terkait 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak. Berdasarkan hasil audit ini PLN mengatakan akan melanjutkan 23 proyek pembangkit yang mangkrak dan akan menterminasi 11 proyek sisanya.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan keputusan untuk hanya melanjutkan 23 proyek pembangkit mangkrak ini telah melalui hasil kajian PLN terhadap hasil audit BPKP. "Sudah disepakati BPKP," ujar Sofyan saat konferensi pers, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (5/4).

PLN menyatakan pembangunan kembali proyek-proyek mangkrak ini akan segera dilakukan. Targetnya 23 pembangkit ini dapat beroperasi seluruhnya pada akhir 2018. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya pembangkit yang akan selesai lebih dahulu. (Baca: Jokowi Minta 34 Pembangkit Listrik Mangkrak Dilanjutkan)

Sofyan mengatakan, 11 proyek sisanya pun sudah mendapat persetujuan dari BPKP untuk diterminasi. Ada berberapa alasan yang mendasari keputusan menghapus proyek tersebut. Pertama, ada beberapa proyek pembangkit yang memang belum dikerjakan sama sekali.

Advertisement

Kedua, ada beberapa pembangkit yang belum diberikan uang muka untuk pembangunannya oleh PLN. Sofyan memastikan, 11 proyek yang diterminasi ini belum ada uang yang dikeluarkan. Karena, kalau sampai sudah ada uang yang dikeluarkan, maka, PLN bisa dipermasalahkan secara hukum.

 (Baca: Jonan Sahkan Rencana Baru Pengadaan Listrik Hingga 2026)

Ketiga, ada beberapa pembangkit yang lokasinya sudah dipindahkan. Sehingga, tidak perlu lagi melanjutkan di lokasi sebelumnya. Keempat, ada beberapa wilayah yang tadinya mau dibangun, tetapi tidak jadi dilaksanakan lantaran PLN sudah menarik transmisi ke wilayah tersebut, sehingga sudah bisa dialiri listrik.

"Misalnya dulu mau bangun PLTU di Papua di pinggir laut, tapi tidak jadi karena kami tarik transmisinya ke pinggir laut itu," ujar Sofyan. (Baca: Pembangkit Panas Bumi Terbesar di Dunia Mulai Beroperasi di Tapanuli)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait