Jonan Bertemu Total Bahas Blok Mahakam Pekan Depan

"Mungkin kami akan bahas Blok Mahakam, mungkin ya. Tapi yang jelas awal April," kata Jonan
Ameidyo Daud Nasution
29 Maret 2017, 18:45
Total Migas
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan memberitahu dirinya akan bertemu dengan manajemen perusahaan migas Prancis, yakni Total S.A. pada pekan depan. Pertemuan ini kemungkinan akan membahas soal Blok Mahakam.

"Mungkin kami akan bahas Blok Mahakam, mungkin ya. Tapi yang jelas awal April," kata Jonan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/3).

Dia mengatakan masih ada peluang bagi operator Blok Mahakam ini untuk masuk kembali ke Blok Mahakam, setelah kontraknya habis tahun ini. Namun, tentunya Total harus membahas hal ini terlebih dahulu dengan PT Pertamina (Persero) yang memegang hak kelola penuh blok migas di Kalimantan Timur ini mulai tahun depan.

Jonan juga tidak menjelaskan apakah pertemuan Presiden Prancis Francois Holllande dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini juga membahas kelanjutan Total di Blok Mahakam atau tidak. Dia hanya mengatakan hal-hal terkait Blok Mahakam telah jelas jangka waktu pembahasannya.

(Baca: Jokowi Terima Komitmen Investasi Rp 34 Triliun dari Presiden Prancis)

Tanpa ada pertemuan dua kepala negara pun, cepat atau lambat hal ini akan dibahas. Pasalnya sudah ada program agenda pembahasan hal ini. "Kan sudah otomatis, jadi tidak masalah," kata Jonan.

Jonan sempat mengatakan pemerintah memberikan peluang kepada Total untuk menjadi operator dan mendapatkan porsi hak kelola lebih besar dari yang ditawarkan sebelumnya. Pada masa Sudirman Said menjadi Menteri ESDM, Pertamina hanya dibolehkan mengalihkan hak kelola Blok Mahakam kepada Total dan Inpex maksimal 30 persen.

(Baca: Jonan Buka Peluang Total Kembali Jadi Operator Blok Mahakam)

Namun, Jonan memberikan peluang Total dan Inpex memperoleh 39 persen saham. Menurut dia, kepemilikan hak kelola hingga 39 persen itu diperbolehkan karena Pertamina masih tetap akan bisa mendapatkan porsi masyoritas. Dengan perhitungan jatah hak kelola untuk pemerintah daerah sebesar 10 persen, saham Pertamina di Blok Mahakam masih bisa mencapai 51 persen.

Sementara Pertamina menolak usulan ini. Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan pemerintah sudah memberikan kewenangan pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina setelah kontrak berakhir di 2017. Pertamina akan tetap menjadi operator tunggal di Blok Mahakam.

Menurut Syamsu kedua kontraktor tersebut hanya mendapat hak kelola maksimal 30 persen. "Untuk share down secara business to business, besarnya masih seperti skenario awal," ujarnya. (Baca: Pertamina Tolak Perbesar Porsi Total dan Inpex di Blok Mahakam)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait