Menteri ESDM Minta Inpex Segera Lakukan Kajian Awal Blok Masela

"Saya sudah kirimkan surat, untuk detailnya nanti dijalankan bersama SKK Migas," kata Jonan
Anggita Rezki Amelia
24 Maret 2017, 16:22
Jonan ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri ESDM Ignasius Jonan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan telah mengirimkan surat kepada Inpex Corporation untuk melakukan kajian awal (Pre-FEED) Blok Masela. Dia berharap Inpex dapat segera melakukan kajian tersebut.

"Saya sudah kirimkan surat, untuk detailnya nanti dijalankan bersama SKK Migas," kata dia dalam acara Economic Challenges di Jakarta, Jumat (24/3).

Menurut Jonan, dengan surat tersebut, saat ini Inpex sudah dapat memulai proses Pre-FEED. Meski begitu, pemerintah tidak memasang target waktu kapan prosesnya akan dilaksanakan oleh perusahaan asal Jepang itu.

"Sesiap mereka (Inpex) aja," kata dia. "Ya kalau saya katakan segera." (Baca: Pemerintah Minta Inpex Kaji Dua Skenario Pengembangan Blok Masela)

Ditemui di tempat yang sama, Vice President Corporate Services Inpex Corporation Nico Muhyiddin mengatakan pihaknya masih mengkaji isi surat tersebut. Pihak Inpex akan mendiskusikan terlebih dahulu hal ini dengan pemerintah, sebelum membalas surat tersebut.

Di sisi lain, dia mengaku perkembangan pembahasan proyek Blok Masela dengan pemerintah sudah mulai menemukan kejelasan. “Sekarang sudah mulai kelihatan dan kemarin sudah mulai ada titik terang,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, Jonan mengirimkan surat kepada Inpex pada 7 Februari lalu. Dalam Pre-FEED, Jonan mengatakan Inpex harus melakukan kajian terhadap dua opsi skenario kapasitas produksi dan juga dua pulau yang akan menjadi lokasi pembangunan kilang. 

Berselang dua minggu lebih, Inpex membalas surat Jonan pada 24 Februari lalu. Dalam surat tersebut, Inpex menyatakan setuju untuk menjalankan kajian atas dua opsi kapasitas produksi dan lokasi Blok Masela. (Baca: Pemprov Maluku Permudah Pembebasan Lahan Kilang Masela)

Namun, Inpex meminta agar skenario ini dilakukan pada kajian pra-Pre-FEED, yakni kajian studi awal yang hasilnya nanti dapat dijadikan bahan untuk melakukan Pre-FEED. Sehingga ketika melakukan Pre-FEED, Inpex tidak lagi mengkaji dua opsi.

Inpex menginginkan dalam kajian Pre-FEED, hanya ada ada satu pilihan kapasitas produksi dan lokasi pulau yang akan dikembangkan di Blok Masela. Dengan begitu, Inpex dapat menjalankan desain awal dengan efisien dan murah.

Ketika dikonfirmasi mengenai informasi ini, Nico belum mau berkomentar banyak. “Nanti kami akan kasih jawaban,” kata dia. (Baca: Pengembangan Blok Masela Tergantung Tiga Keputusan Inpex)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait