Elia Manik Akan Buat Anak Usaha Pertamina Saling Bersinergi

“Patra Jasa ini cuma perusahaan properti tapi nol besar. Sudah, serahkan aja ke BUMN lain,” kata Anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo
Anggita Rezki Amelia
24 Maret 2017, 10:51
No image

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mengatakan akan melakukan sinergi anak-anak usaha Pertamina yang kini jumlahnya mencapai 24 perusahaan. Sinergi ini bertujuan agar kinerja perusahaan menjadi lebih terarah dan efisien. 

Elia menjelaskan bentuk sinergi yang akan dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pertamina secara maksimal. Nantinya perusahaan akan memberi pelatihan berupa pendidikan bagi tiap-tiap karyawan Pertamina.

Pelatihan ini dilakukan agar karyawan mampu ditempatkan ke beberapa sektor bisnis yang sudah ada di Pertamina, baik sektor hulu migas, pengolahan, hingga pemasaran Pertamina. Dengan sinergi ini, Pertamina tidak perlu lagi mencari SDM dari luar.

“Saya katakan orang-orang itu harus holistic, jangan udah masuk di sektor hilir, di hilir terus. Kami mau SDM kami bisa juga bekerja di pengolahan dan lain-lain,” kata dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/3). (Baca: Tenggat 3 Bulan, Elia Minta Direksi Pertamina Bebas Kepentingan)

Saat ini Pertamina memiliki 24 anak usaha yang membawahi 132 cucu usaha. Dengan jumlah sebanyak itu, kata Elia, Pertamina sudah seperti perusahaan holding yang menjadi induk dari ratusan perusahaan tersebut.

Dia mengakui bahwa kinerja anak-anak usaha Pertamina itu belum maksimal dalam menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. “Kalau saya lihat services (perusahaan jasa) kayak Elnusa, Pelita Air, sama Pertamina Transcontinental ini enggak terintegrasi,” kata dia.

Elia ingin memperbaiki kinerja anak usaha dengan mekanisme sinergi, sehingga dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Dia juga belum memiliki rencana untuk merampingkan anak usahanya dengan skema merger. “Belum, nanti saya lihat lagi,” kata dia. Dia juga membantah akan ada perombakan direktorat baru di dalam tubuh induk usaha Pertamina.

(Baca: Menteri Rini Targetkan Laba Pertamina Saingi Shell dan Chevron)

Sementara Anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo menilai beberapa anak usaha Pertamina yang konsen di bidang bisnis penunjang migas belum berjalan baik. Bahkan dia menyarankan beberapa aset anak perusahaan Pertamina yang tidak berkaitan dengan bisnis migas agar dijual atau dihibahkan ke BUMN lain.

Harry ingin Pertamina fokus menggarap bisnisnya di sektor hulu dan hilir migas tanpa perlu kerepotan dengan banyaknya anak usaha yang bisnisnya di luar migas. Dia mencontohkan seperti Patra Jasa yang bergerak di bidang perhotelan.

“Patra Jasa ini cuma perusahaan properti tapi nol besar. Sudah, serahkan aja ke BUMN lain,” ujarnya. (Baca: Bebas Kepentingan, Elia Massa Siap Dipecat Jika Melenceng)

Dia juga mengusulkan kepada Elia untuk membicarakan pelepasan aset kepada pemegang saham. Tujuannya agar Pertamina menjadi lebih efisien, bukunya bersih, tanpa harus mengurusi lagi aset-aset nonkomersial.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait