Pertamina Cari Mitra Lokal Garap Ladang Minyak Iran

“Perusahaan lokal yang masuk list-nya NIOC cukup banyak, lebih dari 10 perusahaan. Kami sudah ada pembicaraan awal dengan beberapa diantaranya"
Anggita Rezki Amelia
10 Maret 2017, 14:23
Pertamina logo
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) tengah melakukan penjajakan kepada beberapa perusahaan minyak dan gas bumi (migas) lokal di Iran. Penjajakan ini untuk mencari mitra kerja sama Pertamina dalam menggarap dua lapangan minyak di negara tersebut.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan ada peraturan Iran yang mewajibkan perusahaan asing menggandeng perusahaan lokal, jika ingin menggarap lapangan migas di negaranya. Makanya Pertamina harus menjajaki perusahaan lokal Iran untuk diajak kerja sama.

Terkait kewajiban ini, tim dari Pertamina telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan migas nasional Iran, yakni National Iranian Oil Company (NIOC). Sebab NIOC telah mengantongi beberapa daftar perusahaan-perusahaan lokal yang bisa dijadikan mitra Pertamina. 

“Perusahaan lokal yang masuk list-nya NIOC cukup banyak, lebih dari 10 perusahaan. Kami sudah ada pembicaraan awal dengan beberapa diantaranya. Mudah-mudah jadi cerah," kata dia kepada Katadata, Jumat (10/3). (Baca: Arcandra Bantu Pertamina Kelola Lapangan Migas Jumbo di Iran)

Proses pencarian mitra lokal ini akan berjalan paralel dengan proses seleksi yang sedang berjalan. NIOC masih melakukan verifikasi terhadap perusahaan-perusahaan yang akan mengelola dua lapangan migas Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri.

Syamsu mengaku belum mengetahui kapan NIOC akan memutuskan hasil seleksi tersebut. Dia juga tidak memberitahu berapa perusahaan yang ikut seleksi ini dan berapa besar peluang Pertamina untuk lolos sebagai pemenang.

"Yang pasti Pemerintah Indonesia melalui Menko Perekonomian dan Wakil Menteri ESDM sudah menyampaikan juga keinginan Pertamina maupun Indonesia," ujarnya.

Dia juga enggan menjelaskan berapa besar persentase hak kelola yang diinginkan Pertamina, jika terpilih untuk menggarap dua lapangan minyak di Iran. Alasannya, Pertamina masih harus menunggu keputusan resmi hasil seleksi dari NIOC. Pertamina berharap keputusan hasil seleksi lapangan minyak Ab-Teymour dan Mansouri bisa diumumkan tahun ini. 

Pertamina telah menyerahkan proposal usulan pengembangan dua lapangan migas di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri, secara resmi bulan lalu. Penyerahan proposal tersebut dilakukan oleh Syamsu kepada Deputy on Engineering and Development National Iranian Oil Company (NIOC) Gholamreza Manouchehri. (Baca: Pertamina Serahkan Proposal Pengembangan 2 Lapangan Migas di Iran)

Acara penyerahan proposal ini juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perminyakan Iran Bijan Namzar Zanganeh, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Tidak ketinggalan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran Octavino Alimudin.

Pertamina menilai kedua lapangan ini memiliki potensi yang menjanjikan. Masing-masing lapangan diperkirakan memiliki cadangan minyak lebih dari 1,5 miliar barel. Langkah untuk menggarap dua lapangan ini sejalan dengan upaya Pertamina untuk terus agresif mengembangkan bisnis hulu migas di luar negeri. 

Apalagi Iran merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar ke-4 di dunia. Total cadangan minyak terbukti di negara tersebut mencapai 157 miliar barel atau setara 9,3 persen dari total cadangan terbukti di dunia. Iran juga memiliki cadangan gas terbukti terbesar di dunia sebesar 1,200 triliun kaki kubik (TCF), yang setara dengan 18,2 persen dari total cadangan dunia. 

Selain menyasar kerjasama di sektor hulu migas, Pertamina juga menyasar kerjasama pembelian elpiji dari Iran dan juga minyak mentah. Bulan lalu, satu kargo kapal berisi 1 juta barel minyak asal Iran jenis Iranian Light Crude, telah tiba di Kilang Cilacap untuk diuji coba. Apabila cocok diolah di kilang Cilacap, Pertamina akan membeli minyak dari negara tersebut.

(Baca: Impor Minyak Mentah dari Iran Tunggu Hasil Uji Coba)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait