Proyek Sistem Air Minum Bandar Lampung Dimulai Tahun Ini

"Memang tidak mudah, tapi sudah kami targetkan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Ameidyo Daud Nasution
6 Maret 2017, 15:40
SPAM air
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Pengerjaan proyek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Petanglong di Kabupaten Pekalongan, Selasa (31/1).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Bandar Lampung akan mulai dikerjakan pada tahun ini. Proyek SPAM di wilayah Lampung ini termasuk daftar proyek strategis Nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016..

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Proyek SPAM Bandar Lampung merupakan salah satu dari tiga proyek serupa yang harus dibangun tahun ini. Dua proyek lainnya, yakni SPAM Pekanbaru dan SPAM Semarang Barat akan dimulai pembangunannya tahun ini menyusul SPAM Bandar Lampung.

"Ini memang target yang saya berikan kepada para pejabat Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) yang baru," kata Basuki di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/3).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga secara langsung meminta agar Kementerian PUPR segera memulai proyek SPAM Bandar Lampung. Alasannya, proyek ini menggunakan skema kerja sama antara pemerintah dan swasta. 

Selain masuk dalam lampiran Perpres 3/2016, SPAM Bandar Lampung juga termasuk dalam buku proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau PPP Book 2017. Basuki berharap bukan hanya SPAM Bandar Lampung yang dikerjakan dengan skema KPBU, tapi dua proyek SPAM lainnya juga menggunakan skema yang sama. (Baca: Pemerintah Siap Gandeng Swasta Garap 22 Proyek Infrastruktur)

Basuki juga mengatakan pelaksanaan proyek senilai US$ 81,4 juta ini memang mengalami banyak tantangan. SPAM Bandar Lampung telah dimulai lelangnya sejak tahun lalu. Namun, karena tidak ada investor tertarik, maka lelang akan dilakukan lagi tahun ini. "Memang tidak mudah, tapi sudah kami targetkan," katanya.

Rencana awalnya proyek SPAM Bandar Lampung didesain untuk bisa menghasilkan air minum dengan kapasitas 500 liter per detik. Namun dalam perjalanannya, ternyata kapasitas ini dinilai kurang layak. Proyek ini pun akhirnya dikaji kembali dengan meningkatkan kapasitasnya hingga 750 liter per detik

Apabila SPAM Bandar Lampung ini berjalan, maka akan menyusul proyek SPAM lainnya yang telah dimulai yakni SPAM Umbulan, Jawa Timur. Proyek ini telah mangkrak sejak 43 tahun, namun akhirnya berhasil mencapai kesepakatan finalisasi pembiayaan pada akhir tahun lalu. 

"Dengan pembiayaan ini maka proyek Umbulan bisa gol," kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo beberapa waktu lalu. (Baca: Kantongi Rp 840 Miliar, Proyek Air Umbulan Mulai Dibangun 2017)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait