Indonesia Ingin Pimpin Negara-Negara Kawasan Samudera Hindia

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dengan adanya kepemimpinan yang kuat, maka keamanan di wilayah Samudera Hindia akan terjamin.
Ameidyo Daud Nasution
3 Maret 2017, 12:36
Retno Marsudi
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) atau asosiasi negara di sekitar Samudera Hindia. Pertemuan ini akan digelar beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 5 hingga 7 Maret 2017 mendatang.

Acara tersebut akan dihadiri delegasi dari 21 negara yang berada di sekitar kawasan Samudera Hindia. Delegasi ini merupakan pejabat tinggi negara setingkat Presiden, Perdana Menteri, Wakil Presiden, serta Wakil Perdana Menteri negara di wilayah tersebut. Pertemuan para petinggi ini, diawali dengan pertemuan tingkat senior officials, yakni tingkat Menteri Luar Negeri pada tanggal 5 dan 6 Maret. 

Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi mengatakan beberapa negara anggota IORA adalah Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB. Selain 21 negara, ada juga tujuh negara yang akan hadir sebagai mitra wicara. Enam dari tujuh negara mitra wicara ini merupakan anggota G20.

Retno mengatakan sebagai tuan rumah KTT IORA yang pertama, pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan ini. Menurutnya, dengan adanya kepemimpinan yang kuat, maka keamanan di wilayah Samudera Hindia akan terjamin.

“Apabila keamanan terjamin, kerjasama ekonomi dapat dilakukan,” ujarnya saat konferensi pers di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/3).

Menurutnya dalam KTT yang baru pertama kalinya digelar tersebut, Indonesia dan negara IORA akan membahas beberapa hal. Ada enam hal prioritas yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya mengenai sektor perikanan. (Baca: Pemerintah Targetkan Industri Perikanan Jadi Nomor 1 di Asia)

Sedangkan lima prioritas lain yang akan dibahas adalah perdagangan dan investasi, akademi dan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi (Iptek), pariwisata dan budaya, manajemen risiko bencana, serta keselamatan sektor maritim. Kemudian ada dua hal yang juga masuk dalam pembahasan ini, yakni pemberdayaan wanita serta blue economy.

Sementara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan dalam acara tersebut juga akan ada deklarasi antar negara anggota IORA. Salah satu tujuan organisasi ini untuk mendorong anggota untuk harmonisasi kebijakan serta menggalakkan pendidikan vokasi.

“Kalau yang dibicarakan nanti selain kemaritiman juga akan membahas infrastruktur,” kata Rosan. Dia juga menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo direncanakan akan hadir dan membuka KTT ini.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait