Pemerintah Kerja Sama dengan Perancis Bangun 9 Kota Hijau

Pendanaan program ecodistrict berasal dari pinjaman Pemerintah Perancis sebesar US$ 61 juta dan APBN sebesar US$ 23,6 juta
Safrezi Fitra
Oleh Safrezi Fitra
3 Maret 2017, 11:45
PUPR
Katadata | Arief Kamaludin

Pemerintah Indonesia dan Perancis akan memantapkan kerjasama dalam bidang pembangunan kota hijau yang ramah lingkungan. Melalui kerja sama ini, rencananya akan ada sembilan kota hijau yang akan dibangun di seluruh Indonesia.

Kerja sama tersebut akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Kementerian Perumahan dan Perumahan Berkelanjutan Perancis dan Kementerian Lingkungan, Energi dan Maritim Perancis. Penandatanganannya akan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande, yang dijadwalkan pada tanggal 29 Maret 2017. 

(Baca: Setelah Raja Salman, Jokowi Akan Terima Kunjungan Presiden Prancis)

"Kerjasama yang dilakukan meliputi bidang air minum, air limbah dan kota hijau (Ecodistrict) yang telah diinisiasi untuk sembilan kota di Indonesia," kata Basuki dalam keterangannya, Jumat (3/3).  Terkait dengan kerja sama ini, Duta Besar Perancis Jean-Charles Berthonnet berkunjung ke Kantor Kementerian PUPR untuk menemui Basuki pada Rabu lalu. 

Sembilan kota hijau yang akan dibangun tersebut adalah Semarang, Wonosobo, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Mataram, Purbalingga, Jombang, dan Singkawang. Dari sembilan kota itu, tiga kabupaten/kota merupakan prioritas untuk pilot project ecodistrict. Implementasinya akan dilakukan tahun ini, diawali di Kawasan Banjir Kanal Barat Kota Semarang, Kawasan Gajah Wong Kota Yogyakarta, dan Kawasan Pusat Kota di Kabupaten Wonosobo.

Pendanaan program ecodistrict berasal dari pinjaman Pemerintah Perancis sebesar US$ 61 juta dan APBN sebesar US$ 23,6 juta. Dana ini akan digunakan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan institusi, pekerjaan fisik konstruksi bagi ketiga kota/kabupaten, serta bantuan teknis lainnya.  

Kerja sama di bidang air minum yakni pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ditargetkan bisa dimulai pada tahun depan. Proyeknya meliputi SPAM Regional di Benteng Kobema Provinsi Bengkulu, SPAM Jatigede Provinsi Jawa Barat dan SPAM Durolis (Dumai, Rohil, Bengkalis) Provinsi Riau.

Untuk air limbah, sudah dimulai review dari desain pengelolaan air limbah Kota Bogor sejak tahun 2015. Sementara pembangunannya ditargetkan bisa mulai dilakukan pada tahun depan. (Baca: Perancis Bentuk Klub Pengusaha Energi Terbarukan untuk Indonesia)

Sebelumnya telah ditandatangani Letter of Intent (LoI) mengenai pembangunan perkotaan berkelanjutan antara Indonesia dan Perancis. Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Duta Besar Perancis sebelumnya, yakni Corrine Breuze, pada 11 Desember 2014 di Bali. 

Kerjasama bilateral antara Indonesia-Perancis dibidang infrastruktur sudah terjalin lama diantaranya rehabilitasi sistem primer dan sekunder drainase di Banda Aceh sepanjang 150 Km, termasuk pengadaan stasiun pompa dam pembuatan kolam penampungan.

Video Pilihan

Artikel Terkait