Eni Harus Mengebor Satu Sumur Lagi di Lapangan Merakes

“Biasanya untuk ajukan PoD itu minimum harus ada tiga sumur, dan tiga sumur ini yang sudah discovery”
Anggita Rezki Amelia
17 Februari 2017, 10:42
Migas
Katadata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan Eni Indonesia harus melakukan pengeboran satu sumur lagi di Lapangan Merakes Blok Sepinggan, Kalimantan Timur. Pengeboran ini harus dilakukan agar perusahaan asal Italia itu bisa mengajukan proposal pengembangan (plan of development/PoD) Lapangan Merakes.

Kepala Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus mengatakan dalam mengajukan PoD, kontraktor migas minimum wajib melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi. Pengeboran ini akan menjadi bukti bahwa cadangan migas yang ditemukan, dapat diproduksi.

“Biasanya untuk ajukan PoD itu minimum harus ada tiga sumur, dan tiga sumur ini yang sudah discovery,” kata Taslim di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (16/2).

Seperti diketahui, Eni telah berhasil mengebor dan menguji sumur Merakes-2 di Lapangan Merakes dengan kedalaman 2.732 meter. Sebelumnya Eni juga sudah mengebor sumur eksplorasi Merakes-1 yang ditemukan pada 2014. (Baca: ENI Sukses Mengebor Sumur Merakes-2 di Kalimantan Timur)

Dengan kesuksesan pengeboran dua sumur ini, Eni menaksir potensi cadangan gas di Lapangan Merakes mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF). Potensi gas inilah yang nantinya akan dikaji SKK Migas. Eni juga masih perlu melakukan studi dan evaluasi lebih lanjut untuk mengkomersialisasi dan mengembangkan lapangan migas tersebut. 

Eni memang sudah berniat mempersiapkan proposal PoD dan melakukan pengeboran selanjutnya. Namun, Taslim mengaku pihaknya belum menerima informasi kapan Eni akan memulai kembali mengebor sumur ketiganya di lapangan tersebut. 

SKK Migas juga menyarankan agar Eni dapat melakukan optimalisasi pemanfaatan fasilitas eksisting untuk mengembangkan Lapangan Merakes. Salahnya satunya dengan mengintegrasikan fasilitas produksi yang ada di Lapangan Jangkrik yang juga dioperasikan Eni.

Apalagi jarak antara kedua lapangan tersebut, yakni sekitar 35 kilometer. Dengan begitu, pengembangan kedua lapangan ini akan lebih efisien, karena bisa menekan waktu pengerjaan dan biaya. (Baca: SKK Migas Akan Evaluasi Temuan Migas Eni di Kalimantan Timur)

Sebagai informasi, selain mengoperasikan blok Sepinggan, Eni juga mengoperasikan Blok Muara Bakau di Kalimantan Timur. Saat ini fasilitas produksi proyek Jangkrik yang ada di Blok tersebut sedang dalam tahap penyelesaian. SKK migas menargetkan proyek tersebut bisa beroperasi pada Juli 2017. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait