Proyek Gas Matindok Akan Beroperasi Bulan Depan

Saat ini pelaksanaan pembangunan proyek pengembangan gas Matindok di Banggai, Sulawesi Tengah, sudah mencapai 96,3 persen.
Anggita Rezki Amelia
14 Februari 2017, 15:42
No image

PT Pertamina EP menyatakan pengerjaan Proyek Pengembangan Gas Matindok (PPGM) di Banggai, Sulawesi Tengah hampir rampung. Saat ini pelaksanaan pembangunan proyek sudah mencapai 96,3 persen.

Public Relation Manager Pertamina EP Muhammad Baron mengatakan proyek tersebut akan rampung dan mulai berproduksi bulan depan. ''Diperkirakan selesai akhir bulan Maret 2017,'' kata dia kepada Katadata, Selasa (14/2). (Baca: Pertamina Bidik Produksi Migas Tahun Ini Naik Enam Persen)

Adapun kapasitas produksi gas dari proyek ini mencapai 55 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga telah mendapat kepastian pembeli gas yang akan dihasilkan proyek ini setelah beroperasi.

Pertamina EP telah mengantongi kontrak jual beli gas dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk memenuhi kebutuhan pembangkitnya sebesar 20 mmscfd. Sisanya sebesar 35 mmscfd akan dipasok untuk kilang gas alam cair (LNG) Donggi Senoro.

(Baca: Produksi Gas Kilang LNG Donggi Senoro Melampaui Target)

Pembangunan proyek ini telah berjalan sejak 2014, yang digarap oleh kontraktor konsorsium PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Technip Indonesia. Rencananya proyek senilai US$ 234 juta ini bisa beroperasi pada Oktober 2016. Namun, karena proses pekerjaannya belum selesai, target produksi proyek tersebut baru bisa terlaksana Maret 2017.

Mengutip informasi dari situs Pertamina, proyek ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Bisa memproduksi gas bumi dari sumur yang telah dieksplorasi maupun dari rencana sumur pengembangan. Sumur ini berasal dari lima lapangan gas bumi, yaitu lapangan-lapangan gas Donggi, Matindok, Maleo Raja, Sukamaju, dan Minahaki. 

(Baca: Dua Proyek Migas Tertunda Akibat Belum Ada Kepastian Pembeli)

Proyek ini juga berkontribusi untuk meningkatkan produksi Pertamina tahun ini. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017, perusahaan BUMN ini menargetkan produksi migas mencapai 693 mboepd atau meningkat enam persen dari prognosa tahun sebelumnya sebesar 654 mboepd. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait