Tak Laku, Pertamina Alokasikan Gas Simenggaris ke Kilang Cilacap

Awalnya, alokasi gas tersebut akan dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk kebutuhan pembangkit listriknya.
Anggita Rezki Amelia
12 Februari 2017, 10:00
No image

PT Pertamina (Persero) berencana untuk mengalokasikan 25 juta kaki kubik per hari (mmcsfd) gas dari Blok Simenggaris di Kalimantan Timur untuk kebutuhan di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Ini dilakukan lantaran Pertamina masih kesulitan menemukan pembeli gas tersebut. 

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation Pertamina Meidawati mengatakan saat ini pihaknya masih membahas alokasi gas ke Kilang Cilacap itu. "Masih proses diskusi teknis dan komersial," kata dia kepada Katadata, Kamis (9/2).

Pada awalnya, alokasi gas tersebut akan dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk kebutuhan pembangkit listriknya. Namun, karena tidak mencapai kesepakatan harga, PLN pun tidak jadi menyerap gasnya. (Baca: Belasan Blok Migas Belum Bisa Mengalirkan Gasnya)

PLN keberatan dengan harga hulu sebesar US$ 5,68 per per juta british thermal unit (mmbtu) dengan eskalasi 3 persen per tahun. Harga tersebut sesuai dengan keekonomian dan proposal pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) blok Simenggaris. "Karena harga beli di plant gate PLN lebih besar US$ 11 per mmbtu," seperti dikutip berdasarkan data SKK Migas. 

Sebagai informasi, JOB Pertamina dan Medco selaku operator Blok Simenggaris mengalokasikan 30,5 mmscfd untuk diserap oleh pembelinya. Dari jumlah tersebut, baru 0,5 mmscfd yang sudah komersial, di mana PLN menjadi pembelinya.

Adapun 25 mmscfd direncanakan untuk kilang Cilacap, sedang sisanya sebesar 5 mmscfd akan dialokasikan untuk Perusahaan Daerah (Perusda) Nusa Serambi Persada (NSP) Nunukan. Pertamina menjual ke Perusda dengan harga sebesar US$ 5 per mmbtu. Rencananya Perusda Nunuka akan menjual kembali gas tersebut ke PLN.

Nantinya, Perusda Nunukan akan menjual gas tersebut ke PLN dengan moda transportasi LNG. Hanya negosiasi Perusda dan PLN belum selesai lantaran belum ada kesepakatan harga. Ia menyebutkan, Perusda menawarkan harga ke PLN NSP sebesar US$ 12,5 per mmbtu, sedangkan PLN meminta harga ke Perusda sebesar US$ 11,5 per mmbtu.

Alhasil, Perusda mencoba untuk mengurangi harganya kepada PLN. "Masih negosiasi. Proposal Perusda yang akan diajukan ke PLN adalah US$ 11,75 / mmbtu,"  kata dia. 

Ia mengatakan agar monetisasi gas Blok Simenggaris ini bisa tercapai, Pertamina pun melakukan upaya koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan juga PLN. (Baca: Pemerintah Kaji Harga Gas Murah di Mulut Sumur)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait