Pertamina Rampungkan Proposal Kerja sama Lapangan Migas Iran

"Ada dua kompetitor juga yang nge-bid di Iran, tapi kami akan duluan memasukkan proposal, mereka belum"
Anggita Rezki Amelia
8 Februari 2017, 19:40
No image

PT Pertamina (Persero) menyatakan telah merampungkan proposal kerja sama lapangan migas di Iran. Penyelesaian proposal tersebut lebih cepat dari target yang ditentukan sebelumnya, yakni pada akhir Februari 2017.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan Pertamina akan melawat ke Iran pada 11 Februari mendatang. Pada lawatan tersebut, timnya akan membicarakan finalisasi proposal kerja sama dengan National Iranian Oil Company (NIOC) di kota Teheran.

Pertamina mengincar dua lapangan migas di Iran, yakni Ab-Teymour dan Mansouri. kedua lapangan onshore tersebut ditaksir  memiliki cadangan lebih dari 5 miliar barel. "Ada dua kompetitor juga yang nge-bid di Iran, tapi kami akan duluan memasukkan proposal, mereka belum," kata Syamsu di Jakarta, Selasa (7/2).

Setelah memasukkan proposal kerja sama, NIOC akan mengevaluasinya. Namun, Syamsu mengaku tidak mengetahui berapa lama masa evaluasi ini. Dia berharap keputusannya dapat diperoleh dalam waktu dekat dan NIOC mempercayakan pengelolaan dua lapangan tersebut kepada Pertamina. 

(Baca: Iran Mengusik Dominasi Arab Saudi Garap Proyek Kilang Pertamina)

Pada Agustus tahun lalu, Pertamina dan NIOC telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan studi awal terhadap dua lapangan minyak raksasa di Iran. Sejak saat itu, Pertamina mulai melakukan evaluasi terhadap dua lapangan tersebut. Berdasarkan MoU, Pertamina memiliki waktu selama enam bulan untuk studi awal, sebelum mengajukan proposal. 

Selama tahap evaluasi tersebut, Pertamina mengkaji beberapa aspek. Pertama, evaluasi aspek bawah permukaan (geologi). Kedua, model reservoir. Ketiga, teknologi yang tepat untuk memproduksi migas. Keempat, aspek keekonomian dan komersial blok tersebut.

(Baca: Pekan Depan, Pertamina Uji Coba Minyak Asal Iran di Kilang Cilacap)

Syamsu pernah mengatakan pihak Iran meminta agar Pertamina dapat memberikan tawaran yang menarik dalam mengajukan proposal. "Mereka minta, kami harus bisa menunjukkan kemampuan teknikal dan finansial yang menarik," ujarnya.

Pertamina sebenarnya memiliki peluang besar untuk menjadi operator di lapangan tersebut. Namun secara regulasi, tidak bisa mengelola lapangan minyak raksasa itu secara 100 persen. Pertamina harus mengajak mitra lokal untuk mengelola lapangan tersebut.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait