Jokowi Lobi Negara Lain Dukung Kepala Bappenas Jadi Presiden IFAD

Saat ini telah ada lebih dari 80 negara telah berkomitmen untuk mendukung Bambang. "Di atas 100 sedikit saja sudah (bisa) menang"
Ameidyo Daud Nasution
4 Februari 2017, 10:00
Presiden Jokowi
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo mendukung Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro ikut pemilihan pimpinan Badan Pertanian Dunia. Bahkan, dia meminta dukungan negara lain agar Bambang bisa terpilih menjadi Presiden International Fund for Agricultural Development (IFAD). 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan ada beberapa faktor yang membuat Jokowi mendukung Bambang. Salah satunya adalah kemampuan dan jaringan internasionalnya yang cukup luas. Faktor lainnya adalah keinginan Bambang yang besar untuk menjabat sebagai pimpinan lembaga internasional ini.

Jokowi juga telah mengirimkan surat yang ditujukan langsung kepada beberapa negara. Isi suratnya adalah meminta negara-negara lain ikut mendukung Bambang menang dalam pemilihan Presiden IFAD. Adapun pemilihan Presiden IFAD akan berlangsung tanggal 14 hingga 15 Februari mendatang.

"Presiden setuju, memberikan dukungan, dan telah berikan surat untuk meminta dukungan," kata Pramono Anung di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/2). (Baca: Menteri Bambang Ikut Pemilihan Presiden Badan Pertanian Dunia)

Ada beberapa negara yang disurati oleh Presiden, diantaranya Afrika Selatan, Mozambik, Perancis dan negara-negara lainnya. Bahkan, Jokowi telah menyampaikan bahwa Bambang resmi menjadi calon Presiden IFAD kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dalam pertemuan di Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Pramono mengatakan respons dukungan internasional cukup baik. Peluang Bambang untuk bisa memenangkan pemilihan Presiden IFAD cukup besar. Saat ini ada lebih dari 80 negara telah berkomitmen untuk mendukung Bambang. Untuk bisa menang, Bambang harus mendapatkan sekurang-kurangnya 100 suara. "Di atas 100 sedikit saja sudah (bisa) menang," ujarnya.

Langkah Bambang ikut dalam pemilihan Presiden IFAD memicu anggapan bahwa mantan Menteri Keuangan ini akan mengundurkan diri sebagai Kepala Bappenas. Meski begitu, Pramono tidak mau berandai-andai apakah Presiden Jokowi akan kembali melakukan reshufle atau perombakan kabinet, jika Bambang terpilih menjadi Presiden IFAD.

Pramono mengatakan pergantian Kepala Bappenas tentunya baru dilakukan apabila Bambang dipastikan terpilih, sementara saat ini belum ada kepastian. "Yang penting sekarang beliau (Bambang) terpilih saja dulu," katanya. "Kalau nanti sudah terpilih tentunya akan ada keputusan dari Presiden. Keputusannya apa, hanya Presiden yang tahu." (Baca: Di Depan Para Menteri, Jokowi: Tak Ada Reshuffle dalam Waktu Dekat)

Terkait dengan proses pemilihannya, Bambang menjelaskan saat ini ada delapan kandidat yang akan memperebutkan kursi Presiden IFAD. Perinciannya, tiga kandidat berasal dari Eropa, dua dari Benua Amerika, dua dari Afrika, dan satu dari Asia yakni dirinya sendiri. "Jadi tujuh (pesaing) totalnya." katanya.

IFAD merupakan lembaga bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bertujuan memberantas kemiskinan di negara berkembang serta meningkatkan ketahanan pangan. Adapun Presiden IFAD saat ini adalah Kanayo F. Nwanze yang berasal dari Nigeria.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait