Pemerintah Akan Impor Gas Tahun Ini

"Izin yang kami dapat, yakni impor gas mungkin bisa dilakukan," kata Airlangga
Ameidyo Daud Nasution
24 Januari 2017, 19:51
Terminal LNG Mini
PT Pelindo Energi Logistik

Pemerintah tengah mempertimbangkan rencana membuka keran impor gas tahun ini. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pasokan gas untuk industri.

Kementerian Perindustrian bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membahas mekanisme impor tersebut lebih detail. Rencana impor ini juga telah dibahas dalam rapat terbatas soal gas industri hari ini yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Izin yang kami dapat, yakni impor gas mungkin bisa dilakukan," kata Airlangga usai rapat tersebut di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/1). (Baca: Jokowi Minta Harga Gas untuk 4 Industri Ini Segera Diturunkan)

Airlangga membantah bahwa rencana impor ini bertujuan mencari pasokan gas yang lebih murah, untuk merealisasikan janji pemerintah menurunkan harga gas bagi tujuh industri. Dia hanya mengatakan impor dilakukan agar seluruh industri di dalam negeri mendapat kepastian jaminan pasokan gas.

Pemerintah juga masih harus membahas sektor industri apa dan daerah mana saja yang akan mendapatkan pasokan gas impor. Dia juga mengatakan pemerintah belum memutuskan dari negara mana saja gas impor ini akan dipasok dan berapa besar volumenya. (Baca: Pemerintah Terbelah Menyikapi Rencana Impor Gas)

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ada kemungkinan impor gas bisa dilakukan dari negara-negara Timur Tengah, seperti Iran. Alasannya pasokan gas dari negara-negara di kawasan tersebut sangat melimpah.

Menurutnya, pemerintah sebenarnya ingin mengurangi impor gas, mengingat pasokan gas dalam negeri masih banyak. Masalahnya tidak mudah bagi industri yang lokasinya jauh dari ladang migas untuk mendapat pasokan gas, sehingga harganya menjadi mahal. 

"Apalagi di negara penghasil migas itu harga (gas) masih murah sekali," kata Darmin. (Baca: Rencana Menteri Luhut Impor Gas Disokong Berbagai Pihak)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait