Jawa Barat Dapat Tambahan Pasokan Gas 1,57 Juta Kaki Kubik

Targetnya pengiriman perdana akan dilakukan pada kuartal pertama tahun depan.
Anggita Rezki Amelia
30 Desember 2016, 17:23
Gas Pertagas
Arief Kamaludin|KATADATA

Industri di Jawa Barat mendapat komitmen pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertagas Niaga. Gas ini dipasok untuk dua perusahaan yang bergerak dalam industri suplai energi di Jawa Barat, yakni PT Global Energy Intitama dan PT Laras Ngarso Gede.

Presiden Direktur Pertagas Niaga Linda Sunarti mengatakan, volume gas yang akan dipasok untuk dua perusahaan ini mencapai 1,57 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Targetnya pengiriman perdana akan dilakukan pada kuartal pertama tahun depan.

Gas yang dikirim ini berasal dari kilang pengolahan LNG milik PT Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur. “Dikirim melalui laut dan mendarat di Pulau Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta," kata Linda dalam keterangannya usai penandatanganan Head of Agreement (HoA) penjualan gas ini di Gedung Pertamina, Jumat (30/12).

(Baca: Pemerintah Rilis Aturan Harga Diskon Gas untuk Tiga Industri)

Advertisement

Pengiriman di jalur darat diangkut menggunakan truk isotank. Menurut Linda, pengangkutan LNG dengan truk isotank lebih menguntungkan dan efisien dibandingkan melalui jalur pipa. Pendistribusiannya bisa lebih cepat dan ringkas, khususnya untuk konsumen yang tidak dilalui jaringan pipa gas.

Pertagas Niaga juga telah berencana menggunakan lebih banyak moda truk isotank untuk mendistribusikan lebih banyak gas kepada konsumennya. Tujuannya untuk mendukung program pemerintah mendorong diversifikasi energi. Pertamina menargetkan 60 truk isotank yang bisa beroperasi dalam waktu dekat.

“Jumlah isotank yang dioperasikan, tak menutup kemungkinan akan bertambah karena kami yakin permintaan LNG akan terus bertambah di masa mendatang," ujarnya.

(Baca: Pertamina - Kalla Bahas Porsi Proyek Regasifikasi LNG di Banten)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait