PLN Akan Tunda Proyek Kabel Laut Jawa-Sumatera

Syarat untuk melaksanakan proyek interkoneksi ini adalah kebutuhan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah terpenuhi.
Anggita Rezki Amelia
31 Oktober 2016, 15:14
Pembangkit Listrik
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan meninjau ulang pembangunan proyek transmisi arus searah tegangan tinggi (HVDC) Sumatera-Jawa 500 kilovolt (kV). Ada kemungkinan pelaksanaan proyek ini ditunda.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana merevisi proyek ini dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2016-2025. Sekadar informasi, proyek ini sempat menjadi perhatian Sudirman Said saat menjadi menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir mengatakan untuk sementara proyek ini akan dihapus dalam RUPTL. Namun, perencanaan proyek ini akan kembali diatur ulang dalam rencana listrik periode selanjutnya. "Iya dong (dihapus) ini masalah timing-nya saja," kata dia di Kantor Pusat PLN Jakarta, Senin (31/10).

(Baca: Sudirman Said: Menteri Jepang Pertanyakan Proyek Masela dan HVDC)

Advertisement

Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati mengatakan ada beberapa faktor yang membuat rencana proyek HVDC Jawa-Sumatera 500 kV belum bisa dilakukan saat ini. Salah satunya, prioritas PLN saat ini yang sedang memfokuskan pembangunan pembangkit listrik dalam program 35 gigawatt.

Selain itu, untuk membangun proyek ini, PLN terlebih dahulu harus memastikan bahwa pulau Jawa dan Sumatera tidak mengalami krisis listrik. Dalam RUPTL juga telah disebutkan syarat untuk melaksanakan proyek interkoneksi ini adalah kebutuhan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah terpenuhi.

Nicke mengaku selama ini wilayah Pulau Sumatera cukup rentan mengalami krisis listrik. Dalam dokumen RUPTL 2016-2025, PLN mencatat pertumbuhan penjualan tenaga listrik di Sumatera sepanjang 2010 hingga 2015, rata-rata 9,4 persen per tahun. Pertumbuhan ini tidak seimbang dengan penambahan kapasitas pembangkit yang hanya tumbuh rata-rata 5,2 persen per tahun. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis daya yang kronis di banyak daerah. Pada tahun 2010, krisis daya ini diatasi dengan sewa pembangkit.

(Baca: Tiga Alasan PLN Hapus Proyek Kabel Laut Sumatera - Jawa

Dengan kenyataan yang ada sekarang, menunjukkan bahwa proyek ini memang sulit berjalan saat ini. Menurutnya proyek interkoneksi listrik terdiri dari dua macam yakni interkoneksi antar pulau dan internal pulau. Untuk membangun jaringan interkoneksi, PLN harus memprioritaskan di dalam pulau terlebih dahulu.

"Jadi kalau Jawa ada masalah, di-back up Sumatera. Sumatera ada masalah, di-back up Jawa. Sekarang bayangkan kalau Sumatera belum andal, dan dia harus back up Jawa. Enggak akan bisa," ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait