Masuk Madame Tussauds, Jokowi Ungguli Calon Presiden Amerika

“Kami bertanya, siapakah tokoh yang ingin Anda lihat selanjutnya? Nama Presiden Joko Widodo kemudian muncul di peringkat teratas"
Safrezi Fitra
13 Oktober 2016, 11:56
Jokowi
Rusman | Biro Pers Sekretariat Presiden
Tim dari Museum Madame Tussauds datang dari Inggris, meminta izin untuk membuatkan figur lilin Jokowi sebagai koleksi museumnya di Hongkong, Rabu (12/10)

Popularitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungguli lima Presiden Indonesia sebelumnya. Bahkan, pria asal Solo ini lebih populer ketimbang dua kandidat Presiden Amerika Serikat (AS). Penilaian ini berdasarkan hasil survei pengelola Museum Madame Tussauds di Hong Kong.

Jokowi mendapat kehormatan untuk diabadikan dalam figure lilin dan akan dipamerkan di Museum Madame Tussauds di Hongkong.  Dia menjadi Presiden Indonesia kedua yang figurnya akan menghiasi koleksi figur lilin museum tersebut, setelah Soekarno.

Pembuatan figur Jokowi didasari atas tingginya permintaan pengunjung Madame Tussauds, sebagai seorang tokoh dunia yang pantas diabadikan dalam museum tersebut. Madame Tussauds mengadakan mengadakan survei secara regular terhadap para pengunjunganya.

“Kami bertanya, siapakah tokoh yang ingin Anda lihat selanjutnya? Nama Presiden Joko Widodo kemudian muncul di peringkat teratas," kata General Manager Madame Tussauds Hong Kong, Jenny You, setelah melakukan pengukuran postur tubuh Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, (12/10).

Advertisement

Survei ini dilakukan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Hasilnya, Jokowi menempati peringkat pertama diantara tokoh pemimpin dunia lainnya. Posisinya bahkan lebih tinggi dibandingkan calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Hilary Clinton.

Secara umum, sebenarnya Jokowi menempati peringkat ketiga dalam survei tersebut. Di peringkat atas ada Eason Chan dan Big Bang dari latar belakang artis dan musisi. Tepat di bawah Jokowi, Pesepakbola asal Argentina Lionel Messi menduduki posisi keempat. Kemudian Donald Trump di peringkat lima.  

Nantinya, figur Jokowi di Madame Tussauds Hong Kong akan bersanding berhadapan dengan sosok Presiden Soekarno. Figur Jokowi sekaligus akan menjadi satu-satunya kepala negara di Asia Tenggara yang masih aktif yang menghiasi museum tersebut.

Menurut keterangan pihak Madame Tussauds Hong Kong, figur lilin rencananya untuk menggantikan posisi figur Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan akan diberikan ruang pamer yang cukup luas. Sebelumnya, sudah ada sejumlah pemimpin dunia yang telah diabadikan dalam museum tersebut, di antaranya Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Cina Xi Jinping, dan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.

"Kami sangat yakin bahwa Presiden Joko Widodo akan menjadi figur pemimpin terbaik untuk bergabung dengan Madame Tussauds di Hong Kong tahun depan," kata Jenny.

Proses pembuatan figur lilin tersebut diperkirakan akan berlangsung selama sekitar enam bulan ke depan dan dibuat secara khusus di London, Inggris. Madame Tussauds Hong Kong  menargetkan untuk dapat memperkenalkan figur lilin Jokowi secara resmi jelang musim panas 2017 mendatang.

Tim dari Madame Tussauds secara khusus bertolak dari Inggris menuju Jakarta untuk melakukan pengukuran postur tubuh Presiden Jokowi. Mereka mengaku sangat antusias dalam proses pembuatan figur tersebut. Apalagi menyatakan akan menyumbangkan koleksi batik yang akan dikenakan di salah satu pose figur lilin tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menganggap kesederhanaan yang diperlihatkan Jokowi mampu menarik perhatian masyarakat internasional. "Bangsa Indonesia patut berbangga dengan pemasangan figur lilin Presiden kita di Madame Tussauds, Hongkong," ujar Pratikno ketika diminta tanggapannya.

Pembuatan figur lilin diperkirakan menelan biaya HKD 1,8 juta atau Rp 3 miliar. Meski begitu, pemerintah Indonesia sama sekali tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Seluruh biaya ditanggung oleh pihak Madame Tussauds.

"Nol rupiah. Itu karena ketokohan Pak Jokowi. Karena itu dia dipilih," kata Kepala Sekretariat Presiden Djumala Darmansyah.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait