Perumnas Bangun 3.179 Rumah Murah di Tiga Lokasi

Perumnas menganggarkan dana Rp 295 miliar untuk membangun proyek rumah tersebut
Ameidyo Daud Nasution
22 Agustus 2016, 15:49
Perumahan
Agung Samosir|KATADATA
Maket perumahan dalam pameran perumahan

Perum Perumnas memulai pembangunan 3.197 unit rumah hari ini. Proyek pembangunan perumahan ini tersebar di beberapa titik di Indonesia, yakni di Bekasi, Bandar Lampung, dan Garut.

Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan pihaknya akan membangun 1.117 unit rumah susun sederhana milik (rusunami) di Bekasi. Proyek ini bernama Sentraland Bekasi. Kemudian 980 unit rumah tapak berbasis cluster di Bandar Lampung dan 1.100 unit rumah tapak di Garut.

"Ini sejalan dengan semangat kami menyediakan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," kata Bambang di lokasi peletakan batu pertama proyek Sentraland, Bekasi, Senin (22/8). (Baca: Pemerintah Pangkas Waktu Pencairan KPR Bersubsidi Menjadi 3 Hari)

Direktur Produksi Perumnas Kamal Kusmantoro mengatakan perseroan menganggarkan dana Rp 295 miliar untuk membangun proyek rumah di tiga lokasi tersebut. Rinciannya, Rp 220 miliar untuk Sentraland Bekasi, Rp 51 miliar untuk di Bandar Lampung, serta Rp 24 miliar di Garut.

Advertisement

Proyek Sentraland Bekasi terdiri dari lima tower di atas lahan perumahan Pesona Metropolitan garapan Perumnas. Ada dua tipe dari setiap unit rumah susun yang akan dibangun. Tipe Studio dengan luas 22 meter persegi, akan dijual dengan harga Rp 184,8 juta. Kemudian tipe one bedroom luasnya 32 meter persegi, akan dijual dengan harga Rp 268,8 juta.

"Sedangkan untuk Lampung itu Tipe 36 dan Garut Tipe 32, harga untuk FLPP (KPR bersubsidi) mencapai Rp 116,5 juta," kata Kamal. Dia juga memastikan semua proyek yang dibangun hari ini akan rampung pada Maret 2018.

Tahun ini Perumnas menargetkan bisa membangun 27 ribu unit rumah di seluruh Indonesia. Sebagai informasi, hingga semester I tahun ini Perumnas telah membangun 11 ribu unit rumah. Sekitar 60 persen diantaranya merupakan hunian vertikal. Alasannya, karena sulitnya mendapatkan lahan untuk membangun rumah tapak.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berharap pembangunan unit rumah ini nantinya akan tepat sasaran, yakni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). MBR ini mencakup keluarga muda dengan penghasilan Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per bulan. (Baca: Pemerintah Akan Pangkas 20 Izin Pembangunan Rumah)

Kementerian pun menyatakan akan terus memberikan kemudahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar mampu membeli rumah. Dengan demikian, sektor properti di Indonesia juga semakin tumbuh dan hunian baru semakin banyak dan mengurangi defisit rumah bagi keluarga di Indonesia.

Basuki juga berharap dengan adanya hunian baru, secara otomatis akan menggerakkan perekonomian secara keseluruhan. Apalagi sektor perumahan ini terbukti berkontribusi terhadap bergeraknya 15 industri lainnya.

"Ada industri semen dan material lainnya (yang bisa tumbuh). Lalu kalau sudah berpenghuni pasti perlu piring, sendok, garpu, itu semuanya industri yang tumbuh," kata Basuki.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait