Pemerintah Siapkan Dua Langkah Tekan Impor Gula

Saat ini ada 13 pabrik gula yang produksinya hanya setengah dari kapasitasnya, karena kekurangan bahan baku
Miftah Ardhian
9 Agustus 2016, 17:24
Gula Pasir
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

Pemerintah menyatakan sedang berupaya untuk meningkatkan produksi gula dalam negeri. Ini dilakukan untuk menghentikan kebijakan impor gula yang kerap diambil pemerintah demi memenuhi kebutuhan nasional.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan rapat koordinasi lintas kementerian menyepakati ada dua langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan produksi gula nasional. Kedua langkah tersebut adalah program intensifikasi dan ekstensifikasi. Keduanya harus dilakukan secara bersamaan.

"Ini solusi ke depan, harus konsisten, enggak boleh kebijakannya berubah. Ini harus kita kawal dan kami sudah bahas dan sepakat," kata Amran usai Rapat Koordinasi Pangan, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/8).

Intensifikasi dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas pabrik gula yang ada di dalam negeri. Saat ini ada 13 pabrik gula yang kemampuan produksinya masih sangat rendah. Pabrik ini sebenarnya memiliki kapasitas produksi mencapai 10 ribu ton per hari (tcd). Namun, hanya bisa memproduksi 5 ribu tcd.

Advertisement

Rendahnya kemampuan produksi 13 pabrik tersebut adalah karena kekurangan pasikan bahan baku tebu untuk diolah menjadi gula. Saat ini pemerintah sudah punya solusi agar pabrik-pabrik ini mendapat tambahan bahan baku dan bisa berproduksi maksimal. (Baca: Jokowi Ramal Swasembada Daging Tercapai 10 Tahun Lagi)

Ada sekitar 380 ribu hektare lahan di sekitar pabrik wilayah pabrik yang akan dikembangkan menjadi perkebunan tebu. Lahan ini dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan, diantaranya Perum Perhutani dan PT Inhutani (Persero). “Nanti strateginya adalah pinjam pakai,"

Langkah kedua, ekstensifikasi, dilakukan dengan mengembangkan wilayah baru untuk pembangunan pabrik gula. Menurutnya saat ini sudah ada sekitar 14 perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi membangun pabrik tebu.

Perusahaannya berasal dari dalam dan luar negeri. Bahkan sudah ada satu perusahaan yang sudah menyelesaikan pembangunan dan baru diresmikan pada Oktober tahun lalu dan mulai beroperasi kuartal II tahun ini.

Pabrik gula milik PT Sukses Mantap Sejahtera ini menghabiskan investasi sebesar Rp 1,6 triliun dengan total kapasitas produksi 750 ribu ton per tahun. Ini merupakan pabrik gula pertama yang memiliki perkebunan tebu di Dompu, Nusa Tenggara Barat.  

Amran mengakui dua langkah yang disiapkan pemerintah ini belum bisa terlihat hasilnya dalam jangka pendek. Sementara pertumbuhan konsumsi gula nasional terus meningkat. Namun, pemerintah mengaku belum menyiapkan langkah mengantisipasinya.

Dia juga belum bisa memastikan apa yang akan dilakukan untuk dalam masa transisi sebelum upaya peningkatan produksi berhasil, pemerintah masih akan kembali membuka keran impor gula atau tidak.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan hingga saat ini pemerintah belum memberikan penugasan kepada Bulog untuk melakukan impor gula. Namun, dia tidak menutup kemungkinan akan ada penugasan.

"Kami belum ditugaskan untuk impor itu (gula). Pemerintah belum masuk pembahasan sampai situ," ujar Djarot. (Baca:Menteri Perdagangan Baru Janjikan Tekan Harga Pangan)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait