Buku Utang Pembiayaan Pelabuhan Patimban Rampung Tahun Ini

Ameidyo Daud Nasution
22 Juni 2016, 13:37
Ilustrasi pembangunan pelabuhan
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan revisi buku utang (bluebook) segera rampung. Salah satu yang direvisi adalah memasukkan rencana utang untuk pembiayaan Pelabuhan Patimban.

Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan saat ini proses revisi tersebut masih digodok di Bappenas, yakni di Deputi Pendanaan Pembangunan. Targetnya Bluebook tersebut akan diluncurkan tahun ini.

"Segera dalam waktu dekat ini dikeluarkan, sampai saat ini tidak ada sesuatu yang membuat berhenti," kata Wismana di Gedung Bappenas, Selasa malam (21/6). (Baca: Jokowi: Masa Depan Indonesia Ada di Laut)

Setelah revisi Bluebook ini ditetapkan, pemerintah akan langsung menjalankan langkah selanjutnya, yakni studi kelayakan proyek Pelabuhan Patimban. Kemudian prosesnya akan dilanjutkan dengan pembuatan desain rekayasa yang lebih rinci atau Detail Engineering Design (DED).

Wismana mengatakan Jepang hampir dipastikan menjadi kreditur proyek pelabuhan pengganti Proyek Cilamaya. Titik lokasi pembangunan pelabuhan ini juga tidak akan ada perubahan, mengingat pemilihan tempat sudah dikaji dengan matang oleh pemerintah setelah Proyek Cilamaya batal.

"Apalagi kita sudah masukkan proyeknya ke bluebook, harusnya tidak berubah (lokasinya)," kata Wismana. (Baca: Ke Jepang, Jokowi Bahas Proyek Pelabuhan Patimban)

Saat ini, Bappenas masih menjadi leading sector atau penanggung jawab untuk proyek Pelabuhan Patimban. Namun setelah revisi Bluebook ditetapkan, maka Kementerian Perhubungan akan mengambil alih sebagai kementerian teknis yang bertanggung jawab. Apalagi usulan proyek ini memang datang dari Kementerian Perhubungan.

Wismana mengatakan proyek ini sudah disiapkan selama tiga tahun terakhir, sehingga tidak mungkin berhenti begitu saja. Bappenas tidak bisa menargetkan kapan proyek tersebut akan rampung pengerjaannya.

Pemerintah pun, kata dia, tidak bisa menjanjikan kapan pengerjaannya akan dilakukan. Alasannya proyek senilai Rp 34,9 triliun ini cukup kompleks. "Memakan waktu pasti iya, tapi kita siapkan dengan baik," kata Wismana. (Baca: Bappenas: Hanya Jepang yang Tertarik Biayai Pelabuhan Patimban)

Untuk konstruksinya sendiri, pemerintah tidak bisa menjanjikan pelabuhan ini akan dimulai dengan cepat lantaran kompleksitas proyek senilai Rp 34,9 triliun ini. Namun Wismana mengatakan proyek ini sebenarnya telah dipersiapkan selama tiga tahun terakhir dan diperkirakan tidak akan terhenti begitu saja.

Agar proyek ini bisa segera dimulai, Kementerian Perhubungan mengusulkan pembentukan tim untuk merealisasikan pembangunan Pelabuhan Patimban. Ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2016 tentang Penetapan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat sebagai Proyek Strategis Nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan tim ini bersifat lintas kementerian dan lembaga. Terdiri dari unsur pengarah yang berasal dari pejabat eselon satu kementerian dan lembaga terkait, dan unsur pelaksana terdiri dari beberapa pejabat eselon dua atau setingkat direktur.

“Surat Keputusan Menteri Perhubungan, satu atau dua minggu ini, segera terbentuk,” kata Sugihardjo. (Baca: Tim Pembangunan Pelabuhan Patimban Segera Terbentuk)

Beberapa unsur dalam tim tersebut, selain Kementerian Perhubungan, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Lalu ada pula perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Sekretariat Negara, termasuk unsur pemerintah daerah juga akan dilibatkan.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait