Tingkatkan Pelayanan di Ibukota, PLN Operasikan 3 Infrastruktur Baru

Miftah Ardhian
1 Juni 2016, 15:20
PLN
Arief Kamaludin|KATADATA

PT PLN (Persero) terus mencoba untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasokan listriknya di berbagai wilayah. Kali ini, Provinsi DKI Jakarta mendapat bagian pembangunan infrastruktur listrik baru guna menunjang kebutuhan masyarakat.

Senior Manager Public Relation PLN Agung Murdifi mengatakan PLN telah menyelesaikan dan siap mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Kemayoran, Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Gunung Sahari, dan Saluran Kabel tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Kemayoran-Gunung Sahari. Ketiganya digunakan untuk menunjang kebutuhan listrik DKI Jakarta.

“PLN terus memperkuat sistem kelistrikan untuk meningkatkan pelayanan khususnya bagi pelanggan di wilayah Jakarta Utara dan Banten serta pelanggan di wilayah Jawa Bali secara umum dengan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah,” ujar Agung dalam keterangan resmi yang diterima Katadata, Jakarta, Selasa malam (31/5). (Baca: PLN Isyaratkan Tarif Listrik Naik Lagi Bulan Juni)

Pengoperasian tiga proyek ini telah dilakukan pada minggu keempat bulan Mei ini. Pengoperasian ketiga infrastruktur listrik baru ini diharapkan dapat menjadi solusi distribusi pasokan listrik ke berbagai wilayah, khususnya di Jakarta. Seperti diketahui, masih ada beberapa kegiatan pemadaman bergilir yang kerap dilakukan oleh PLN di Jakarta. 

Penambahan trafo 2X60 megavolt ampher (MVA) ini akan membantu dua gardu induk yang sudah ada sebelumnya, yaitu GI Ancol dan GI Kemayoran. Meningkatnya kebutuhan listrik di Jakarta membuat dua gardu ini mendapat beban yang sangat tinggi. Makanya butuh tambahan gardu lagi untuk mengurangi kapasitas beban pada saat beban puncak serta untuk memenuhi kebutuhan daya untuk pelanggan baru.

PLN mencatat hingga saat ini jumlah pelanggannya untuk wilayah Jakarta yakni sebesar 3.885.686 pelanggan. Dari total pelanggan tersebut, PLN harus menanggung beban puncak pemakaian mencapai 5.010 Megawatt (MW). “Pembangunan GI dan GIS ini sangat penting agar ketersediaan pasokan listrik tetap terjaga," ujar Agung.

Sebelumnya diberitakan, bahwa PLN mulai melakukan percepatan proyek pembangkit listrik 35 gigawatt (GW). Ini dilakukan setelah proyek tersebut banyak mendapat sorotan, terutama Presiden Joko WIdodo. Untuk mendukung proyek ini, PLN juga menggandeng PT Waskita Karya (Persero) Tbk. untuk membangun transmisi listrik di Pulau Sumatera dengan kapasitas 500 kV.  (Baca: Kisruh Listrik 35 GW, Rizal Kembali "Kepret" JK dan Sudirman)

Untuk mengerjakan proyek tersebut, kedua Badan Usaha Milik Negara ini mendapat kucuran dana melalui kredit sindikasi sebesar Rp 4,4 triliun dari dua bank. Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan BRI akan mengucurkan Rp 3,4 triliun dan sisanya oleh BCA.

Adapun tenor pinjaman selama tujuh tahun sejak penandatanganan perjanjian, termasuk masa tenggang tiga tahun. “Kami membuktikan komitmen sebagai komponen bangsa bahwa PLN dengan perbankan nasional bekerja sama sangat baik, khususnya dalam mengembangkan infrastruktur kelistrikan,” kata Sofyan dalam keterangan resminya, Senin (23/5).

Selain itu, PLN juga telah membangun 2.368 kilometer-sirkuit (kms) transmisi dan 7.295 Mega Volt Ampere (MVA) Gardu Induk yang mendapatkan rekomendasi layak bertegangan. Sebagian besar pembangkit listrik, transmisi, dan GI merupakan bagian dari program 35.000 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2019.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait