Jasa Penunjang Migas Lesu Akibat Harga Minyak Rendah

Anggita Rezki Amelia
17 Mei 2016, 12:05
Rig
Katadata

Tren rendahnya harga minyak dunia saat ini telah ikut memukul kinerja industri penunjang migas. Salah satu perusahaan yang terkena dampaknya adalah PT Apexindo Pratama Duta Tbk. yang mengaku kesulitan mendapatkan proyek saat ini.

General Marketing Apexindo Irawan Sigit mengatakkan rendahnya harga minyak membuat industri migas dianggap kurang ekonomis. Akhirnya banyak pelaku usaha migas mengurangi kegiatan operasionalnya. (Baca: IPA: Industri Migas Indonesia Masuk Tahap Kritis)

Hal ini berdampak pada rendahnya potensi proyek yang bisa digarap oleh industri jasa penunjang migas. Akibatnya pendapatan industri ini pun menurun. Namun, Irawan mengaku belum mengetahui secara persis berapa besar penurunannya.

Dia hanya menyebutkan bahwa berkurangnya proyek migas telah membuat peralatan untuk kegiatan operasional migas banyak yang menganggur. Saat ini peralatan penunjang industri migas yang dimiliki Apexindo, hanya 30-40 saja yang digunakan.  

"Padahal umumnya jumlah peralatan yang bisa bekerja 80-90 persen," ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional (rakernas) Indonesia National Shipowners Association (INSA) di Jakarta, Senin (16/5). (Baca: Jonan Tolak Usulan Soal Izin Kapal Migas Berbendera Asing)

Rendahnya aktivitas eksplorasi dan pengeboran membuat industri penunjang kesulitan mendapatkan kontrak proyek baru. Sejak awal tahun hingga bulan ini, Apexindo hanya mengantongi satu kontrak kerjasama dengan perusahaan migas, yakni Santos.

Saat ini Apexindo sedang mengincar kontrak baru dengan perusahaan migas negara, PT Pertamina (Persero) untuk digunakan di Blok Offshore North West Java (ONWJ). Irawan berharap perusahaan bisa menang tender proyek ini.

Dengan kondisi seperti ini, Apexindo berharap ada upaya dari pemerintah untuk membantu industri migas dan jasa penunjang kegiatan migas. Agar bisa bertahan di tengah rendahnya harga minyak yang masih belum membaik saat ini.  (Baca: TKDN Peralatan Hulu Migas Masih Rendah).

Salah satu hal yang diminta kepada pemerintah dan para pelaku usaha migas yang beroperasi di dalam negeri untuk mempekerjakan industri jasa penunjang yang ada di dalam negeri. Keberpihakan cukup penting untuk mendukung industri nasional di tengah kondisi sekarang.

“Berilah kesempatan kami orang Indonesia, berbendera Indonesia, untuk bekerja di Indonesia. Jangan orang asing bekerja di Indonesia. Selama kami mampu beri kesempatan terlebih dahulu,” kata Irawan. (Baca: Tingkatkan Kandungan Lokal Industri Migas, Tender Bisa Dihapus)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait