Pertamina Pastikan Petral Bubar Bulan Depan

"Semua dilikuidasi, Petral dan anak usahanya akan tutup dan clear April 2016"
Safrezi Fitra
24 Maret 2016, 15:27
Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA – PT Pertamina (Persero) tengah melakukan proses likuidasi anak usahanya, Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang sempat beroperasi beberapa waktu lalu. Proses pembubaran perusahaan tersebut sudah didaftarkan ke regulator terkait tempat Petral berkedudukan di luar negeri.

Petral memiliki dua anak usaha, yakni Zambesi Investment Ltd di Hongkong dan Pertamina Energy Service Pte di Singapura. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan likuidasi kedua anak usaha Petral ini juga sudah didaftarkan ke otoritas di negaranya.

"Kami lagi tunggu respon likuidasi dari negara bersangkutan," kata Wianda di Gedung KPK Jakarta, Kamis (24/3). Proses likuidasi memang harus melibatkan otoritas negara setempat, dan Pertamina pun harus mengikuti aturan main dari masing-masing negara tersebut. (Baca: Jejak Bisnis Riza Chalid di Pertamina)

Menurut Wianda masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan dalam proses likuidasi Petral dan anak usahanya. Beberapa tahapan yang sedang dilakukan saat ini adalah merapikan semua aset yg tercatat di dalam aset Petral untuk kembali ke Pertamina. Termasuk menagih piutang-piutang yang melibatkan pihak ketiga yang berurusan dengan Petral dalam hal pengadaan jual beli minyak. Namun, dia belum mau menyebutkan berapa nilai piutang yang belum tertagih hingga saat ini.

Advertisement

Dalam berita Katadata sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menargetkan akan menyelesaikan likuidasi anak usaha Petral di Hongkong pada akhir Januari lalu. Sejak November tahun lalu Pertamina sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) para pekerja Petral. Namun, sampai sekarang proses likuidasi tersebut masih berlangsung.

Wianda mengatakan pihaknya terus mengupayakan seluruh proses likuidasi ini bisa rampung bulan depan. Ini sesuai dengan target yang diberikan pemerintah kepada Pertamina untuk menutup Petral dan anak usahanya paling lambat akhir April 2016. "Semua dilikuidasi  Petral dan anak usahanya akan tutup dan clear April 2016," ujar Wianda di Gedung KPK Jakarta, Kamis (24/3). (Baca: Pertamina Targetkan Hemat Rp 1,3 Triliun dari Pengadaan Minyak)

Sebenarnya ada beberapa tahapan yang telah dilakukan Pertamina dalam proses likuidasi ini. Diantaranya uji tuntas (due diligence) terhadap keuangan dan pajak, serta audit forensik yang dilakukan auditor independen. Sementara untuk proses wind-down process berupa inovasi kontrak, penyelesaian utang piutang dan pemindahan aset kepada Pertamina hingga kini masih terus dilakukan dan belum final.

Diberitakan sebelumnya, dalam audit forensik yang melibatkan auditor independen, Kordhamenta, membuat empat orang jajaran petinggi Petral yang terlibat pembocoran informasi pengadaan minyak dinonaktifkan. Akibat ulah empat orang petinggi tersebut, Pertamina memperoleh minyak dengan harga tinggi. (Baca: Pertamina Serahkan Hasil Audit Petral kepada KPK)

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait