Pemerintah Siapkan Tanjung Api-Api Jadi Kawasan Industri Energi

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengusulkan pembangunan kilang minyak di KEK Tanjung Api-api
Safrezi Fitra
21 Maret 2016, 12:00
Kawasan Industri
Arief Kamaluddin | Katadata

KATADATA – Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam perencanaan pembangunan nasional. Targetnya dalam empat tahun ke depan, pemerintah bisa membangun delapan KEK. Salah satu KEK tersebut adalah Tanjung Api-api yang disiapkan menjadi kawasan industri energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan KEK Tanjung Api-Api ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, baik dalam aspek infrastruktur maupun desainnya. Dia mengatakan hal ini setelah melihat langsung perkembangan KEK di Sumatera Selatan ini, kemarin. (Baca: Terkendala Lahan, 5 Kawasan Ekonomi Belum Siap Beroperasi)

Tujuan utama kunjungannya ke KEK Tanjung Api-api adalah untuk memastikan kebutuhan energi dapat dipenuhi di kawasan tersebut. KEK ini juga akan dijadikan sebagai penghubung investasi Timur Tengah. “Dalam hal ini Dubai Port Authority yang sudah berniat sangat serius untuk menanamkan investasinya,” ujar Sudirman dalam keterangannya, Minggu (20/3).

Kawasan Tanjung Api-Api ini disiapkan untuk menjadi kawasan industri energi terpadu dari hulu sampai dengan hilir. Terdapat beberapa industri yang akan dikembangkan disini, seperti gasifikasi batu bara (coal gasification), pencairan batu bara (coal liquefaction), pembangkit listrik, pabrik pupuk, pabrik semen, pabrik ban, pengolahan CPO, dan industri hilir petrokimia. (Baca: Investor yang Masuk Kawasan Ekonomi Khusus Dapat 9 Insentif)

Advertisement

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang ikut menemani Sudirman, memastikan pembangunan kawasan yang telah dicanangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2014 berjalan baik. "Kami telah menunjukkan bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, sungguh-sungguh dalam merealisasikan KEK Tanjung Api-api. Jadi tidak omdo alias omong doang”, ujarnya.

Alex juga mengusulkan KEK Tanjung Api-api dapat dipilih sebagai tempat pembangunan kilang minyak. Agar kilang-kilang tua di Sumatera Selatan yang dibangun sejak zaman Belanda, bisa tergantikan. Menanggapi usulan ini, Sudirman mengatakan pembangunan kilang perlu kajian yang komprehensif dan mendalam. (Baca: Pemerintah Kesulitan Cari Lokasi Strategis untuk Bangun Kilang)

Direktur Jenderal Migas menambahkan bahwa Pemerintah berencana membangun 4 kilang minyak baru di Tanah Air. Dua lokasi telah dipilih di Bontang (Kalimantan Timur) dan Tuban (Jawa Timur), dan dua lainnya masih dikaji. Kajiannya meliputi ketersedian lahan, aksesbilitas, infrastruktur, dan kondisi alur pelayaran baik sungai maupun laut. 

Dalam pengembangan sebagai kawasan industri energi bidang ketenagalistrikan, beberapa pihak swasta telah menyatakan minatnya untuk membangun dan mengembangkan kelistrikan di KEK Tanjung Api-Api, salah satunya adalah PT Indocoal International (konsorsium) yang berencana untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x300 megawatt. (Baca: Stok Batu Bara Tak Mencukupi Pembangkit Listrik 20 GW)

Sekadar informasi, Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api ini menempati area seluas 2.030 hektare (ha) yang status lahnnya Area Penggunaan Lain. Total investasi mencapai US$ 3.37 miliar dengan industri utamanya pengolahan kelapa sawit, karet, batubara, petrokimia, dan logistik. Total tenaga kerja yang diserap dalam KEK ini mencapai 150 ribu orang.

Reporter: Miftah Ardhian
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait