Jokowi: Waktu Bongkar Muat Pelabuhan Hampir Menyamai Singapura

"Dwelling time merupakan kunci karena biaya logistik harus rendah"
Safrezi Fitra
22 Februari 2016, 19:05
jokowi
Kris | Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi memberikan sambutan dalam Peresmian Konsolidasi Perencanaan dan Penanaman Modal Nasional (KP3MN) Tahun 2016 dan Peluncuran Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi di Kawasan Industri serta Peningkatan Layanan Izin Investasi 3 Jam untuk Bidang Infra

KATADATA - Menghadapi persaingan dalam pasar bebas ASEAN, pemerintah terus melakukan pembenahan. Salah satunya pembenahan yang dilakukan adalah dengan menurunkan waktu tunggu bongkar muat hingga keluar barang dari pelabuhan (dwelling time) demi mengurangi biaya logistik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim waktu tunggu bongkar muat di pelabuhan akan mencapai di bawah tiga hari. Sebelumnya proses bongkar muat barang di Indonesia memakan waktu hingga enam hari. Bulan lalu sudah menurun hingga 4,7 hari. Sekarang prosesnya sudah mencapai tiga hari.

“Ini sudah hampir menyamai Singapura dan Malaysia,” ujarnya dalam acara peresmian pembukaan Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN) di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2). Sebagai gambaran, dwelling time di Malaysia mencapai tiga hari, sedangkan Singapura sudah di bawah dua hari.(Baca: Paket Jilid VI Berisi Dua Kebijakan Terkait KEK dan Dwelling Time)

Saat ini Indonesia sudah harus bersaing di pasar regional dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jokowi ingin Indonesia bisa memenangkan persaingan tersebut. Masalahnya, selama ini produk nasional sulit untuk bersaing. Salah satunya karena masalah dwelling time yang membuat ongkos logistik di Indonesia menjadi mahal. 

Bukan hanya ongkos logistik yang mahal, negara pun mengalami kerugian akibat hal ini. Lamanya proses dwelling time membuat Indonesia kehilangan pendapatan hingga Rp 740 triliun. Tidak ada jalan lain, kata Jokowi, selain menurunkan dwelling time dan membuat biaya logistik menjadi lebih murah.

Dalam upaya menurunkan waktu bongkar muat ini, Jokowi sampai ikut turun langsung ke pelabuhan. Menurut dia, tidak ada seorang presiden pun di dunia yang ikut campur langsung dalam persoalan pelabuhan. Ini seharusnya menjadi tugas para pembantu presiden. (Baca: Jokowi Marah-Marah di Ruangan Ini)

"Dwelling time merupakan kunci karena biaya logistik harus rendah," ujar Jokowi.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan di negara lain, bongkar muat barang di pelabuhan hanya membutuhkan waktu tiga hari. Bahkan ada beberapa negara bisa kurang dari tiga hari.

Untuk bisa bersaing dalam MEA, dwelling time Indonesia harus lebih tinggi dari negara-negara tetangga. “Targetnya jumlah hari (dwelling time) paling tidak sama dengan Malaysia, tiga hari,” ujarnya.  (Baca: Pemerintah akan Rilis Aturan Perdagangan Bebas di Dalam Negeri)

 

Reporter: Safrezi Fitra
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait