Pertamina Minta Buka Ruang Data Blok East Kalimantan

Chevron sudah bersedia membuka ruang data Blok East Kalimantan
Safrezi Fitra
3 Februari 2016, 19:44
Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA - Setelah Chevron Indonesia Company menyatakan tidak akan memperpanjang kontrak Blok East Kalimantan, PT Pertamina (Persero) menyatakan berminat mengambil pengelolaan blok migas tersebut. Tiga pekan lalu Pertamina sudah mengajukan permohonan untuk mengakses ruang data (data room) blok migas di Kalimantan ini.

Dirjen Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja mengatakan pemerintah masih membahas pengajuan Pertamina untuk masuk ke data room Blok East Kalimantan. Chevron pun sebenarnya sudah bersedia mengizinkan Pertamina.

Namun, hingga saat ini ruang data tersebut belum bisa dibuka. “Ini kan harus (izin) ke SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/2).

Senior Vice President Upstream Business Development PT Pertamina Denie S. Tampubolon mengatakan belum bisa dipastikan apakah Pertamina akan mengambil pengelolaan blok tersebut atau tidak. setelah melihat data tersebut, Pertamina perlu melakukan kajian lebih lanjut.

"Kami harus evaluasi dulu. evaluasi itu menyangkut juga karakteristik wilayahnya seperti apa," kata Denie. Selain itu ada juga pertimbangan mengenai seberapa besar cadangan migas yang tersisa di blok migas tersebut. (Baca: Pertamina Diminta Hati-Hati Ambil Blok East Kalimantan)

Kementerian ESDM mencatat cadangan migas di Blok East Kalimantan masih cukup besar. Cadangan minyaknya mencapai 63,58 juta tangki barel (mstb), sedangkan cadangan gasnya masih tersisa sekitar 2.32 triliun kaki kubik (tcf).

Saat ini Chevron menjadi operator dan mengempit 92,5 persen saham Blok East Kalimantan. Sisanya dipegang Inpex Corporation punya 7,5 persen. Chevron memang sudah menyatakan tidak akan memperpanjang kontraknya. Sementara Inpex belum juga menentukan sikapnya. Apakah masih berminat berinvestasi di Blok tersebut atau tidak.

Senior Manajer Communication and Relation Inpex Corporation Usman Slamet mengatakan saat ini pihaknya masih mendiskusikan hal tersebut dengan pemerintah dan Chevron. “Inpex masih dalam pembicaraan dengan operator dan pemerintah,” kata dia kepada Katadata beberapa hari lalu. (Baca: Chevron Jamin Nasib Karyawan di Blok East Kalimantan)

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait