Pemerintah Janjikan Penyelesaian Train 3 Tangguh Sebelum Juni 2016

"Kalau melihat batas masa berlakunya sampai 2035, maka keputusan FID harus cepat, kemungkinan Bulan Juni ini"
Safrezi Fitra
1 Februari 2016, 12:50
Blok Tangguh
Katadata

KATADATA - Pemerintah menjanjikan penyelesaian keputusan investasi akhir (FID) train 3 Tangguh pada semester I tahun ini. Selama ini nasib proyek kilang ini terkatung-katung lantaran belum ada kepastian pembeli gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang dihasilkan untuk alokasi dalam negeri.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan akan segera mencari solusi dengan menetapkan pembeli domestik yang berkomitmen menyerap LNG hasil train 3 tangguh. Dia menargetkan dapat mengantongi nama pembeli tersebut sebelum akhir Maret 2016. Sehingga FID bisa diputuskan sebelum semester II-2016.

"Kalau melihat batas masa berlakunya sampai 2035, maka keputusan FID harus cepat, kemungkinan Bulan Juni ini," ujar Wiratmaja di Gedung Migas Jumat, pekan lalu. (Baca: Proyek Train 3 Tangguh Terganjal Masalah Kontrak Jangka Panjang)

Pemerintah ingin jatah gas yang dihasilkan dari kilang tersebut sebesar 40 persen untuk dalam negeri. Agar bisa terserap maksimal, pemerintah mengandalkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai pembeli terbesarnya.

Ternyata rencana ini tidak berjalan mulus. Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya menyatakan bersedia menyerap gas tersebut. Namun belum ada komitmen tertulis, karena masih dibahas antara Kementerian ESDM dan PLN sendiri. Volume gas yang akan diserap PLN pun tidak sampai 40 persen dari hasil produksi Train III Tangguh yang mencapai 14-18 kargo.

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan pihaknya bisa menyerap 12 kargo gas dari Train 3 Tangguh. Namun, PLN belum menandatanganin kontrak pembelian gas tersebut. Hingga kini kontraknya belum selesai, karena masih negosiasi harga. Selama ini PLN juga membeli gas dari pasar spot, lantaran harganya lebih murah.

"Memang benar pemerintah mengutamakan kami pakai gas domestik dulu, tetapi kalau domestik (harganya) terlalu tinggi secara signifikan, saya kira perlu dipertimbangkan," ujarnya. (Baca: Pemerintah Kesulitan Cari Pembeli Gas di Dalam Negeri)

PLN ingin harga gas dalam kontrak tersebut bisa dinegosiasikan. Apalagi di tengah harga minyak yang turun berakibat pada penurunan harga gas. Dengan demikian, Supangkat ingin komitmen pembelian gas di train 3 tangguh berjalan lancar seperti komitmen di train 1 dan train 2 sebelumnya.

Pemerintah masih mencarikan pembeli lain, agar semua jatah gas dalam negeri bisa terserap maksimal.  Wiratmaja berharap pembeli lama Kilang Tangguh seperti PT Perusahaan Gas Negara (Persero) dan PT Pertamina (Persero) bisa ikut menjadi pembeli. Sehingga gas jatah dalam negeri tidak sampai dilempar di pasar ekspor. Mengingat sudah ada beberapa calon pembeli luar negeri yang ingin membeli gas tersebut.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait