Nasib Enam Blok Migas Akan Ditentukan Tahun Depan

Safrezi Fitra
23 Desember 2015, 18:33
Pekerja Migas
KATADATA
Pekerja pengeboran minyak lepas pantai di perairan Indonesia

KATADATA - Pemerintah memastikan pembahasan kontrak blok migas yang akan berakhir dalam dua tahun ke depan, akan rampung seluruhnya tahun ini. Sebelum akhir tahun, pemerintah berjanji akan menyelesaikan kontrak Blok Mahakam dan Blok Offshore North West Java (ONWJ), yang akan berakhir pada 2017.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan tahun depan pihaknya akan fokus untuk membahas status blok-blok yang akan habis masa kontraknya pada 2018. "Ini yang harus kami handle (tangani) di 2016, jadi jelas terstruktur pekerjaan kami," kata dia saat konferensi pers di Gedung Migas Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (22/12). 

Kementerian ESDM mencatat ada delapan blok migas yang kontrak akan berakhir 2018. Delapan blok migas tersebut adalah Blok Ogan Komering, Blok Tuban, Blok South East Sumatra, Blok B, Blok NSO, Blok Tengah, Blok East Kalimantan, dan Blok Sanga-sanga.

Oktober lalu PT Pertamina (Persero) berhasil mengakuisisi dua blok, yakni Blok B dan Blok NSO dari operator lamanya ExxonMobil. Sehingga pemerintah hanya akan membahas perpanjangan kontrak enam blok migas yang tersisa untuk tahun depan.

Menurut Wiratmaja blok-blok yang habis masa kontrak tahun 2018 itu akan ditawarkan ke Pertamina. Namun, dia tidak bisa memastikan seluruhnya akan ditawarkan. Belum tentu juga Pertamina ingin mengelola blok migas yang ditawarkan. "Kalau Pertamina tidak mau, akan kami lelang," ujar Wiratmaja. (Baca: Blok Migas Asing yang Kontraknya Habis, Diserahkan ke Pertamina)

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan pihaknya memiliki banyak pertimbangan jika ingin mengambil alih blok migas. Pertamina akan melakukan evaluasi aset blok migas tersebut terlebih dahulu sebelum memutuskan.

"Kami terus melakukan evaluasi aset-aset tersebut. Setelah selesai, nanti akan kami sampaikan kepada Kementerian ESDM," kata Syamsu kepada Katadata, Rabu (23/12).

Sebelumnya, Pertamina sempat menyatakan mengincar salah satu dari blok migas tersebut, yakni Blok Sanga-Sanga yang terletak di Kalimantan Timur. Saat ini blok tersebut masih dipegang oleh VICO Indonesia sebagai operator. Hampir setengah abad VICO mengelola blok yang akan habis pada Agustus 2018 ini.

Hingga saat ini Blok Sanga-Sanga masih memiliki cadangan minyak sebesar 13.2 juta barel dan cadangan gasnya 448,96 miliar kaki kubik. Sementara produksinya sebesar 16.733 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Pertimbangan cadangan migas dan produksi yang masih besar inilah yang membuat Pertamina tertarik mengambilalih Blok Sanga-Sanga setelah kontraknya dengan VICO habis. Pertimbangan lainnya adalah lokasi yang dekat dengan Blok Mahakam, yang akan dikelola Pertamina pada 2018.

"Jika dimungkinkan dapat diintegrasikan dengan lapangan Pertamina sehingga lebih efektif dan efisien dalam pengelolaannya," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait