ESDM Revisi Target Blok Migas yang Akan Dilelang Tahun Depan

?Target kami minimum sepuluh WK tahun depan, di mana delapan WK konvensional dan dua WK nonkonvensional?
Safrezi Fitra
24 November 2015, 19:54
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA
Kementerian ESDM

KATADATA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merevisi target blok migas yang akan dilelang tahun depan. Awalnya kementerian menargetkan ada 21 Wilayah Kerja (WK) migas yang akan dilelang, saat ini rencananya hanya 10 WK.

“Target kami minimum sepuluh WK tahun depan, di mana delapan WK konvensional dan dua WK nonkonvensional,” ujar Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, kepada Katadata, Selasa (24/11).

Berdasarkan rencana kerjanya, Kementerian ESDM menargetkan dapat melelang 10 blok migas setiap tahun. Tahun ini kementerian sudah melelang 11 blok migas yang terdiri dari delapan blok konvensional dan tiga blok nonkonvensional.

Dalam dua hari terakhir hingga hari ini, kementerian masih melakukan pembahasan mengenai lelang blok migas tahun depan, di Jogjakarta. Persiapan yang matang perlu dilakukan agar semua blok migas yang ditawarkan bisa laku dilelang. Pasalnya selama ini, banyak blok migas yang tidak laku.

Advertisement

Tahun lalu, dari 21 blok migas yang dilelang, hanya 11 yang laku. Sementara tahun ini, hasil lelang delapan blok konvensional, baru empat yang sudah mendapatkan pemenang. Tiga blok nonkonvensional masih dalam proses lelang.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) M.I. Zikrullah mengatakan investor migas terlihat kurang berminat menggarap potensi migas di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi beberapa pengembalian blok migas kepada pemerintah.

Pengembalian ini dilakukan karena kontraktor merasa blok migas tersebut dianggap tidak ekonomis. Padahal kontraktor tersebut telah mengeluarkan investasi hingga US$ 500 juta. Meski telah mengembalikan blok migas, kontraktor masih harus membayar US$ 12 juta, karena tidak bisa memenuhi komitmennya. (Baca: Investor Bisa Dapat Porsi Bagi Hasil Migas Hingga 40 Persen)

Hal ini membuat investor enggan melakukan kegiatan usaha di hulu migas. Belum lagi aturan yang ditetapkan pemerintah yang sering berubah-ubah. “Competitiveness (daya saing) indonesia dibandingkan negara lain rendah. Kalau regulasinya sulit mereka (investor) akan lari ke negara tetangga,” kata Zikrullah.

Djoko mengakui harga minyak yang rendah dan tidak konsistensi regulasi yang ada, membuat investor enggan berinvestasi di Indonesia. Agar lelang tahun depan bisa menarik investor, pemerintah telah menyiapkan beberapa insentif dan kemudahan. Yaitu, insentif fiskal, penyederhanaan perizinan dan penyediaan data yang lebih komprehensif. 

Kementerian ESDM telah melakukan pendataan cadangan migas dari setiap blok yang ada, dengan teknologi yang canggih, seperti satellite scan solution. Dengan teknologi ini, data cadangan migas pada setiap blok migas bisa terlihat lebih rinci.

 “Pemerintah telah melakukan kerja sama penyediaan data yang lebih komprehensif dengan perusahaan jasa Rusia,” ujarnya. Namun, dia masih merahasiakan nama-nama blok migas yang akan disiapkan untuk lelang tahun depan. (Baca: Kontraktor Migas Non-Konvensional Bisa Pilih 3 Opsi Kontrak)

Reporter: Manal Musytaqo
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait