Hasil Audit Petral Tidak Ada Korupsi, Ini Reaksi Sudirman Said

"Tentu saja laporan audit tidak menyimpulkan ada korupsi, karena kesimpulan tindak pidana korupsi hanya bisa dilakukan oleh instansi penegak hukum"
Safrezi Fitra
20 November 2015, 12:19
No image
Menteri ESDM, Sudirman Said

KATADATA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengakui dalam hasil audit Pertamina Energy Trading Limited (Petral) tidak menyimpulkan adanya korupsi. Namun, jelas ditunjukkan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Pertamina (Persero) ini.

Hal ini menanggapi pernyataan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto beberapa waktu lalu. Dwi mengatakan auditor Petral tidak menemukan bukti atau informasi adanya korupsi atau suap yang diterima pekerja Pertamina Energy Service Pte.

"Tentu saja laporan audit tidak menyimpulkan ada korupsi, karena kesimpulan tindak pidana korupsi hanya bisa dilakukan oleh instansi penegak hukum," kata dia kepada Katadata, Jumat (20/11).  (Baca: Audit Petral Tak Temukan Bukti Korupsi dan Keterlibatan Mafia Migas

Menurut dia, meski tidak menemukan adanya korupsi, dalam hasil audit jelas menunjukkan beberapa penyimpangan. Audit tersebut menyebutkan adanya anomali dalam proses pengadaan dan penjualan minyak mentah dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM). (Baca: Pemerintah - Pertamina Siapkan Dua Opsi Penindakan Hasil Audit Petral)

Advertisement

Anomali terlihat dari aspek kebijakan PES dalam pengadaan minyak dan BBM. Ada juga kebocoran informasi rahasia dan pengaruh pihak eksternal. Bahkan, Sudirman pernah menyebut ada transaksi mencurigakan bernilai US$ 18 miliar (sekitar Rp 240 triliun) dalam tiga tahun sejak 2012.

Meski demikian, Dwi Soetjipto membantah adanya transaksi mencurigakan tersebut. "Tidak ada dalam laporan audit," kata dia kepada Katadata. (Baca: Rizal Ramli: ISC dan Petral Orangnya Masih Sama

Dwi membenarkan dalam audit forensik yang dilakukan oleh KordaMentha menemukan adanya pengaruh pihak eksternal dalam proses bisnis Petral. Hanya saja auditor tidak mampu menyebutkan secara spesifik apakah keterlibatan pihak eksternal bisa dikatakan mafia atau tidak.

Dalam hasil audit pun tidak menyebutkan adanya keterlibatan direksi lama. Tidak ada komunikasi secara langsung antara direksi pihak ketiga tersebut. Dwi pun telah menyerahkan hasil audit Petral tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait