Tak Perlu Impor, Tahun Depan Solar Bisa Surplus 400 Ribu Barel

"Makanya kalau B20 ini bisa berjalan, produksi Solar bisa over (berlebih)"
Safrezi Fitra
13 November 2015, 18:43
bbm
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA - PT Pertamina (Persero) Tbk menyatakan Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar tahun depan. Bahkan, produksi BBM tersebut berpotensi surplus hingga 400.000 barel per bulan.

Direktur Hilir Pertamina Ahmad Bambang mengatakan surplus Solar tahun depan akan terjadi jika pemerintah konsisten menjalankan kebijakan mandatori B20. Dengan kebijakan ini setiap liter solar harus dicampur dengan 20 persen bahan bakar nabati atau biodiesel.

"Makanya kalau B20 ini bisa berjalan, produksi Solar bisa over (berlebih)," kata Ahmad Bambang di Hoongkong Kafe Jakarta, Jumat (13/11). 

Selain kebijakan B20, Ahmad juga ingin industri, khususnya industri sawit tidak lagi mengimpor dan menggunakan solar dari Pertamina untuk kebutuhan bahan bakarnya. Di sisi lain, Pertamina juga tidak ingin disalahkan jika pengguna kendaraan protes kebijakan B20 berpengaruh pada mesin kendaraannya.

Advertisement

Saat ini Pertamina sedang mempersiapkan perhitungan secara rinci mengenai kemungkinan menutup impor dan potensi surplus produksi solar. Setelah perhitungannya matang, Pertamina akan mendiskusikannya dengan pemerintah dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). (Baca: Hingga Oktober, Pembayaran Subsidi Biodiesel Baru 8 Persen)

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan dalam 10 bulan tahun ini, impor solar sudah berkurang hingga 80 persen. Dia juga sempat menyatakan kemungkinan tahun depan Indonesia sudah tidak lagi mengimpor Solar.

Kemungkinan swasembada solar tahun depan didasarkan pada tiga hal. Pertama, bertambahnya kapasitas produksi kilang nasional. Penambahan ini terjadi seiring dengan mulai berproduksinya kembali kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan proyek Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Kilang Cilacap.

Kedua, program konversi BBM ke gas yang mulai agresif berjalan bagi kendaraan pemerintah, angkutan umum, dan perahu nelayan. Ketiga, kebijakan mandatory B20 yang akan mengurangi konsumsi Solar hingga 20 persen. (Baca: Gapki Prediksi Serapan Biodiesel Tahun Ini 20 Persen di Bawah Target)

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait