Pemerintah Akan Membuat Roadmap Migas Nonkonvensional

"Isinya mengenai berapa investasi yang diharapkan dan (target) kapan ada hasilnya"
Safrezi Fitra
11 November 2015, 17:26
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA
Kementerian ESDM

KATADATA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) mengenai blok minyak dan gas bumi (migas) nonkonvensional. Roadmap ini dibuat agar investor lebih tertarik lagi berinvestasi di sektor migas tersebut.

"Isinya mengenai berapa investasi yang diharapkan dan (target) kapan ada hasilnya," kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja dalam diskusi bersama wartawan, Selasa (10/11).

Potensi cadangan migas non konvensional di Indonesia sangat besar. Cadangan gas metana batubara (CBM) yang ada di Indonesia ada 453 triliun kaki kubik (Tcf) dan cadangan shale gas mencapai 575 Tcf. Potensi ini lebih besar dibandingkan cadangan gas konvensional yang hanya 170 Tcf.

Bahkan, kata Wirat, potensi migas nonkonvensional Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Potensinya lebih besar dibandingkan Australia yang memiliki cadangan CBM sebanyak 350 Tcf dan shale gas sebanyak 390 Tcf. Padahal Australia merupakan eksportir keempat terbesar di dunia.

Advertisement

Meski cadangannya besar, migas nonkonvensional di Indonesia masih kurang berkembang. Penyebabnya adalah teknologi dan aturan yang ada dianggap kurang mendukung. Untuk membenahinya, Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2015 tentang percepatan pengusahaan minyak dan gas bumi nonkonvensional.  (Baca: Perusahaan Migas Nonkonvensional Berhenti Beroperasi)

Dalam aturan tersebut akan ada dua skema baru selain kontrak bagi hasil, yakni kontrak bagi hasil sliding scale dan kontrak bagi hasil gross split sliding scale. Dengan adanya Permen ini, kontraktor yang sudah memenuhi 60 persen komitmen eksplorasi diizinkan untuk mengubah kontrak menggunakan sistem baru.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan sejak 2009 hingga saat ini, sudah ada 54 kontraktor yang menggarap wilayah kerja migas nonkonvensional. Terdiri dari 50 wilayah kerja CBM dan empat wilayah kerja shale gas. Semuanya masih dalam tahap eksplorasi dan belum ada yang menghasilkan.

"Tahun ini lelang tiga blok lagi untuk shale gas. Dua kontraktor menyatakan siap, satu lagi masih ragu," ujarnya. (Baca: Pelaku Migas Nonkonvensional Keluhkan Aturan Pengadaan Barang dan Jasa)

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait