Kementerian ESDM Percepat Lelang Proyek 2016

Proses lelang proyek Kementerian ESDM 2016 untuk tahap I dilakukan mulai hari ini, tahap II akan dimulai Desember 2015. Penandatangan kontrak proyek tahap I akan dilakukan pada 15 Januari 2016.
Safrezi Fitra
9 November 2015, 12:39
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA
Kementerian ESDM

KATADATA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mempercepat lelang proyek kementerian tahun depan, tujuh bulan lebih awal. Biasanya Kementerian ESDM melakukan lelang proyek pada pertengahan tahun anggaran. Saat ini lelangnya dilakukan pada dua bulan sebelum tahun anggaran.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan dokumen tender sudah mulai disusun dalam dua bulan terakhir. Saat ini, semua pejabat eselon I kementeriannya sudah siap dengan dokumen tender tersebut dan proses lelang akan segera dimulai hari ini.

Dia mengatakan pengumuman lelang mulai diiklankan hari ini. Proses lelang tahap I akan langsung dilaksanakan setelah pengumuman tersebut. Lelang tahap II akan dilaksanakan pada awal Desember. Untuk pelelangan yang berkelanjutan akan dilakukan pada Maret 2016. Lelang tahap I sebanyak 1.299 paket senilai Rp 711 miliar. Lelang tahap dua sebanyak 114 paket senilai Rp 803,75 miliar. Sedangkan tahap III, lelang 114 paket senilai Rp 1,98 triliun.

“Mulai 15 Januari 2016 kami sudah patok targetnya, kami akan tanda tangan kontrak tahap I dan akhir Januari 2016 kontrak tahap II, tender Maret 2016 akan selesai pada April 2016,” jelas Sudirman dalam konferensi pers capaian setahun kinerja ESDM di hotel Dharmawangsa Jakarta, Minggu (8/11).

Sudirman mengaku dalam lima tahun terakhir penyerapan anggaran kementeriannya cenderung menurun. Bahkan, tidak pernah lebih dari 60 persen penyerapannya. Saat ini pihaknya sedang berbenah untuk menggali seluruh sumbatan yang menghambat pelaksanaan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Upaya pembenahan ini telah dilakukan dalam empat bulan terakhir. Unit Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Infrastruktur (UP3I) bersama dengan Sekretaris Jenderal ESDM Teguh Pamudji dan Inspektur Jenderal ESDM Mohtar Husein, telah menemukan formula khusus untuk mempercepat penyerapan sebelum akhir tahun 2015.

Serapan APBN Kementerian ESDM hingga hari ini telah mencapai 30,7 persen, 15 persen diantaranya terjadi dalam waktu dua bulan terakhir. Sudirman mengatakan ada kenaikan penyerapan anggaran pada Oktober dan November, tapi tetap tidak akan bisa maksimal. Tahun ini anggaran Kementerian ESDM kemungkinan hanya akan terserap 65 persen. Dengan percepatan lelang proyek, akan ada perkembangan penyerapan yang lebih baik pada tahun depan.

Dalam APBN 2016, Kementerian ESDM mengelola anggaran sebesar Rp 8,56 triliun, diantaranya untuk belanja infrastruktur sebesar Rp 4,53 triliun. Sisanya untuk rencana pembangunan infrastuktur kementerian tahun depan dengan pembagian di bidang Migas sebesar Rp 1,947 triliun, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar Rp 1,813 triliun, serta di bidang geologi air tanah sebesar Rp 99,08 miliar.

(Baca: Jokowi Minta Empat Kementerian Lelang Proyek Lebih Cepat)

Percepatan lelang proyek Kementerian ESDM merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, Presiden dalam rapat kabinet pekan lalu (2/11) meminta setiap kementerian atau lembaga negara (K/L), terutama yang mempunyai belanja modal untuk infrastruktur, sudah harus melakukan lelang sejak saat ini.

“Sejak APBN 2016 disahkan, maka setiap K/L dapat melakukan lelang,” kata Bambang.

Dari semua kementerian dan lembaga negara itu, ada empat kementerian yang harus menggelar lelang lebih cepat karena memiliki proyek infrastruktur paling banyak. Yaitu: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) , Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait