BEI: Dalam Kontrak Karya, Freeport Dimungkinkan IPO

?Contract of word-nya menyatakan kemungkinan (Freeport) bisa listed (tercatat di BEI). Pada 2001, perjanjian antara pemerintah dan Freeport ada di artikel 24?
Safrezi Fitra
29 Oktober 2015, 11:50
Dirut BEI Tito Sulistio
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Susilistio mengatakan bahwa aturan PT Freeport Indonesia bisa melantai di bursa saham sudah tercantum dalam renegosiasi kontrak karya pada 2001. Mengacu pada perjanjian tersebut, dia berharap saham perusahaan tambang ini bisa dimiliki masyarakat luas, melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal.

Contract of word-nya menyatakan kemungkinan (Freeport) bisa listed (tercatat di BEI). Pada 2001, perjanjian antara pemerintah dan Freeport ada di artikel 24,” kata Tito usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI di kantornya, Jakarta, Rabu (28/10).

(Baca: Freeport dan Newmont Diminta Segera Catatkan Saham di Bursa Indonesia)

Dia memahami bahwa pemerintah ingin saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) dimiliki oleh negara. Makanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan agar sahamnya dibeli oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam).

Meski demikian, Tito juga ingin masyarakat bisa memiliki saham anak usaha dari Freeport-McMoran tersebut. Makanya dia berharap agar divestasi saham Freeport Indonesia dilakukan lewat pasar modal.

BEI akan menjamin investor yang akan membeli saham Freeport adalah investor lokal, bukan investor asing. Otoritas bursa ataupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mengeluarkan aturan yang membatasi pembelian saham Freeport oleh asing.

Kebijakan ini dinilai wajar, beberapa negara juga telah melakukannya, seperti Cekoslowakia dan Malaysia. Menurut dia semestinya sudah tak ada lagi kekhawatiran bagi pemerintah bila saham perusahaan tambang ini akan dimiliki oleh investor asing.

“Bisa dengan aturan OJK, aturan kami (BEI) juga bisa. Pada dasarnya (pembuatan aturan) enggak lama. Kalau ada permintaan, enggak lama,” ujar Tito. “Sistem internal kliring, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) memungkinkan kita batasi asing membeli.”

(Baca: Perusahaan Tambang Akan Lebih Mudah untuk IPO)

Dengan masuknya Freeport ke pasar modal Indonesia, diharapkan bisa memacu perusahaan tambang lainnya untuk melakukan hal yang sama. BEI menargetkan ada 35 emiten baru yang tercatat di bursa tahun depan, lebih tinggi dari tahun ini yang ditargetkan 22 emiten.

Dengan bertambahnya emiten, akan membuat nilai rata-rata transaksi harian di pasar  modal mencapai Rp 7 triliun. Lebih tinggi dari tahun ini yang rata-rata hanya Rp 6 triliun. Peningkatan transaksi harian ini juga didukung peraturan I-A-Kep-00001/BEI/01-2014 terkait peningkatan free float emiten minimum 7,5 persen atau 75 juta lembar saham, 1 Januari 2016.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait