Pertamina akan Percepat Impor Gas dari Amerika

Sebelumnya Pertamina berencana melakukan impor gas alam cair (LNG) pada 2019 sebanyak 2 juta ton
Safrezi Fitra
26 Oktober 2015, 18:49
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto
Arief Kamaludin|KATADATA
Direktur Utama Pertamina, Dwi Sucipto

KATADATA - PT Pertamina (Persero) mengaku telah menandatangani kerjasama dengan Cheniere Energy Inc. Melalui kerjasama ini, Pertamina akan mengimpor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

"Itu yang di Amerika Serikat berkaitan dengan jangka panjang Indonesia akan impor LNG. Kami akan kontrak dengan mereka ke Indonesia untuk suplai LNG," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (26/10).

Dwi masih enggan menyebutkan berapa volume LNG yang akan diimpor dari perusahaan tersebut. Sumber Katadata di Pertamina mengatakan nilai investasi dari kerjasama perjanjian jual beli ini mencapai US$ 13 miliar.

Penandatanganan kerjasama ini baru saja dilakukan oleh Pertamina dan Cheniere. Cheniere akan mulai memasok LNG pada sekitar 2017 atau 2018 dengan jangka waktu kontrak hingga 10 tahun. Perjanjian jual beli gas ini mempercepat kesepakatan yang telah dilakukan kedua perusahaan sebelumnya.

(Baca: Pertamina Tambah Volume Impor Gas Dari Cheniere 760.000 ton)

Kerjasama dengan Cheniere memang pernah dilakukan Pertamina, untuk memasok LNG pada 2019. Saat itu Pertamina memprediksi akan terjadi defisit pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri sebesar 2 juta ton pada 2019.

Defisit ini terjadi dengan mengacu pada pertumbuhan konsumsi gas dalam negeri sebesar 4,8 persen per tahun sepanjang 2015 hingga 2025. Sementara infrastruktur penunjang agar kebutuhan gas ini bisa terpenuhi dari dalam negeri masih minim. Makanya perlu impor untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

Pada 4 Desember 2013, Pertamina menandatangani perjanjian jual beli gas dengan Cheniere sebesar 760.000 ton. Pada 1 Juli 2014, Pertamina kembali menandatangani perjanjian jual beli kedua, dengan Corpus Christi Liquefaction, LLC., yang merupakan anak perusahaan dari Cheniere Energy.  

(Baca: Pembangkit Listrik 35 GW Akan Pakai Gas Impor)

Dengan dua perjanjian tersebut, Pertamina akan mulai mengimpor gas dari Cheniere sebanyak 1,52 juta ton pada 2019. Pasokan ini memang belum mencukupi. Rencananya kekurangan sekitar 480.000 ton lagi akan dipasok dari Afrika.

Masih belum jelas apa alasan Pertamina mempercepat impor gas saat ini. Pertamina sempat mengungkapkan rencana impor ini kepada DPR beberapa waktu lalu. Namun, tidak secara gamblang dijelaskan kapan impor tersebut akan dilakukan.

Saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII (19/10), Dwi mengatakan Indonesia akan mengimpor gas sebesar 1,5 miliar kaki kubik (BCF) hingga 4,4 BCF pada 2025. Menurut Dwi, kerjasama yang dilakukannya saat ini adalah untuk mengantisipasi impor tersebut.

Setelah penandatanganan perjanjian impor ini, Pertamina sedang memikirkan bagaimana cara agar pembelian LNG tersebut tidak rugi. Harga jual gas memang sedang rendah, tapi ongkos distribusinya masih sangat besar.

"Ini kami cari jalan keluar supaya nanti tidak rugi di biaya transportasi," ujarnya.

(Baca: Butuh US$ 20 Miliar per Tahun Agar Tidak Impor Gas)

Reporter: Anggita Rezki Amelia, Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait