Pertamina Siap Gandeng GE Bangun Kilang Gas Mini

"Sedang kami pelajari berupa mini LNG di blok seperti Simenggaris"
Safrezi Fitra
21 Oktober 2015, 14:52
Kilang Pertamina
Katadata | Dok.

KATADATA - PT Pertamina (Persero) sedang menjajaki kerjasama dengan General Electric (GE) untuk mengembangkan kilang gas alam cair berukuran kecil (mini LNG). Mini LNG tersebut rencananya akan dibangun di Blok Simenggaris Kalimantan Timur.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengaku belum bisa memberitahukan teknis kerjasama yang akan dilakukan dengan GE terkait pembangunan kilang ini. Dia juga enggan menyebutkan berapa besar nilai investasi untuk pembangunan mini LNG tersebut.

"Sedang kami pelajari berupa mini LNG di blok seperti Simenggaris," kata Dwi di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/10).

Selain kerjasama dengan Pertamina untuk pengembangan kilang gas, pemerintah juga mendorong GE berinvestasi di sektor lain. Investasi ini bisa dilakukan GE dengan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan produsen teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut siap berinvestasi US$ 1 miliar dolar. Rini akan mengarahkan investasi tersebut ke proyek seperti pembangkit listrik, perkeretaapian, dan juga mesin pesawat.

Selain itu Rini juga meminta GE bisa membantu pembangunan kapasitas Sumber Daya Manusia pada perusahaan BUMN. "Jadi bukan hanya produksi dan menyuplai turbin, tapi GE juga berperan dalam transfer soft technology kepada kita," kata Rini.

GE pun sepakat dengan permintaan pemerintah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan transfer teknologi di Indonesia. Mengenai pembangunan kapasitas SDM ini GE telah melakukan penandatangan nota kesepahaman  (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian BUMN, pada Selasa kemarin (20/10).

Chief Operating Officer GE Jeffrey R. Immelt mengatakan pihaknya siap merespon tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia. "Saya menerima tantangannya dan kita harap kita tetap bisa menjadi partner yang baik," kata Immelt.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait