Enam Perusahaan Global Berebut Jadi Konsultan Blok Masela

Enam perusahaan tersebut adalah Fluor Corporation, Bechtel, IHS Inc, Wood Mackenzie, AT. Kernay, dan Deloitte Advisory
Safrezi Fitra
19 Oktober 2015, 10:48
kementerian esdm
KATADATA
kementerian esdm

KATADATA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggunakan konsultan independen bertaraf dunia untuk mengkaji rencana pengembangan Blok Masela. Saat ini kementerian telah mengantongi enam kandidat nama perusahaan yang akan disaring dan ditunjuk menjadi konsultan tersebut.

"Ada enam kandidat. Akan ditunjuk secepatnya," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto kepada Katadata, Senin (19/10).

(Baca: ESDM Bahas Blok Masela Bersama Pelaku Migas)

Enam perusahaan tersebut adalah Fluor Corporation, Bechtel,  IHS Inc, Wood Mackenzie, AT. Kernay, dan Deloitte Advisory. Mayoritas perusahaan tersebut berasal dari Amerika Serikat. Hanya satu yang berasal dari Skotlandia, yakni wood Mackenzie.

Djoko tidak bisa memastikan kapan pihaknya akan memberikan keputusan salah satu nama perusahaan yang akan ditunjuk sebagai konsultan Blok Masela. Namun, Menteri ESDM Sudirman Said telah memberikan target kepada Direktorat Jenderal Migas untuk memberikan keputusan terhadap revisi rencana pengembangan (PoD) I Blok Masela yang diajukan Inpex, sebagai operator blok migas tersebut.

Sudirman berharap keputusan tersebut harus sudah selesai paling lambat Desember 2015. Inpex pun yakin pemerintah akan memberikan keputusan mengenai revisi PoD I yang diajukannya bisa selesai sesuai jadwal.

(Baca: Rizal vs Amien di Blok Masela)

Inilah profil singkat dari enam perusahaan tersebut:

1. Fluor Corporation

Fluor Corporation merupakan perusahaan jasa konstruksi atau engineering, procurement, construction (EPC) yang berkantor pusat di Irving, Texas, Amerika Serikat. Di Indonesia mereka berkantor di Wisma Gkbi, Suite 1106 Sudirman No. 28, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. Perusahaan ini juga pernah ikut proyek fasilitas lepas pantai terbesar di dunia untuk gas alam di pulau Jawa di Indonesia pada era 1970an.

2. Bechtel 

Bechtel merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Amerika Serikat, yang pusat di South of Market, San Francisco. Di sektor Minyak Gas dan Chemical,  perusahaan ini mendesain dan membangun fasilitas gas alam cair (LNG), minyak, pipa, petrokimia, dan fasilitas pengolahan gas alam. Perusahaan ini juga bisa membangun dan menguji tangki untuk penyimpanan LNG. Agustus lalu Bechtel juga dikontrak Delfin LNG untuk mendesain kapal LNG terapung yang rencananya akan terapung di Pelabuhan Delfin di lepas pantai Louisiana. Proyek ini menjadi proyek pertama di Amerika Serikat.

3. IHS Inc

IHS Inc berkantor di Douglas Country, Colorado, Amerika Serikat. Perusahaan ini menyediakan informasi dan analisis untuk mendukung proses pengambilan keputusan bisnis dan pemerintah di beberapa industri, seperti aerospace; pertahanan dan keamanan; otomotif; kimia; energi; maritim dan perdagangan; serta teknologi.

4. Wood Mackenzie 

Perusahaan konsultan energi, logam, dan pertambangan ini berbasis di Edinburgh Skotlandia. Saat ini Wood Mackenzie telah memiliki 25 kantor di seluruh dunia.

5. Kernay

A.T. Kearney adalah perusahaan konsultan manajemen global yang berfokus pada isu-isu strategis baik untuk  bisnis, pemerintah dan lembaga di seluruh dunia. Hingga April 2015, A.T. Kearney sudah memiliki kantor di 40 negara.

6. Deloitte Advisory

Deloitte Advisory adalah perusahaan jasa konsultan yang  membantu klien mengelola risiko strategis, keuangan, operasional, teknologi, dan peraturan, untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Kliennya sudah tersebar di 148 negara.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait