BPH Migas Minta Kelembagaannya Diperkuat

"Aneh jika ada orang yg mau membubarkan BPH Migas"
Safrezi Fitra
15 Oktober 2015, 12:40
pertamina
Donang Wahyu|KATADATA

KATADATA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta agar pemerintah bisa lebih memperkuat kelembagaannya. Alasannya, BPH Migas memegang peran yang sangat penting dalam kegiatan usaha hilir migas.

Kepala BPH MIgas Andy Noorsaman Sommeng berharap lembaganya perlu diperkuat bukan malah dilemahkan. Dia menganggap kehadiran BPH Migas selama ini terbukti bisa menciptakan pasar yang adil di industri hilir migas.

"BPH Migas menciptakan pasar yg adil," ujar Andy dalam acara Forum Dialog Stakeholder BPH Migas dengan tema “Mewujudkan Tata Kelola Hilir Migas Sesuai dengan Konstitusi untuk Penguatan Kelembagaan” di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Kamis (15/10).

(Baca: BPH Migas Berharap Jadi Badan Penyangga Gas Nasional)

Andy juga merasa kinerja BPH Migas selama ini sudah cukup baik. Ini terbukti dari iuran badan usaha yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut dia, kinerja BPH Migas seharusnya tidak dilihat dari penyerapan anggaran, tetapi dari perkembangan industri yg ada dibawahnya.

Pernyataan Andy ini menanggapi beberapa pihak yang sedang berupaya membubarkan BPH Migas. Bahkan dia mengatakan BPH Migas sudah menerima empat kali gugatan melalui Mahakamah Konstitusi (MK). Namun, MK masih menganggap kehadiran BPH Migas sesuai dengan konstitusi.

(Baca: Pembubaran BPH Migas Dinilai Melanggar Hukum)

Anggota Komite BPH Migas mengatakan perlu ada regulator yang bersikap netral dalam kegiatan usaha hilir migas. Ini penting untuk dapat menghindari terbentuknya pasar monopoli. Makanya pemerintah perlu mempertahankan keberadaan BPH Migas.

"Aneh jika ada orang yg mau membubarkan BPH Migas," ujarnya.

Beberapa pihak memang menganggap keberadaan BPH Migas tidak penting. Bahkan ada yang mengusulkan BPH Migas dibubarkan dalam Rancangan Undang-Undang Migas yang sedang dibahas. Banyak kabar beredar, tugas dan kewenangan BPH Migas akan dilimpahkan ke PT Pertamina (Persero). 

 

Reporter: Manal Musytaqo
    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
    Video Pilihan

    Artikel Terkait