Hampir Semua Tuntutan Pemprov Kaltim Dipenuhi Pemerintah

?Kami tidak akan menuntut ke Mahkamah Konstitusi. Hampir semua tuntutan gubernur dipenuhi Menteri ESDM dan Pertamina?
Safrezi Fitra
7 Oktober 2015, 11:05
Awang Faroek AK
Katadata | Arief Kamaludin

KATADATA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan mendapatkan saham partisipasi (participating interest/PI) pengelolaan Blok Mahakam sebesar 10 persen. Penyerahan PI  diberikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja kepada Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

Awang mengatakan mendapatkan saham dalam pengelolaan blok migas merupakan keinginan yang diidam-idamkan masyarakat Kalimantan Timur sejak lama. Dia pun mengajak daerah penghasil migas lainnya untuk menuntut jatah saham blok migas, yang sudah dijanjikan pemerintah pusat.

“Kaltim hanya dapat 10 persen dan tidak boleh kerjasama dengan swasta,” kata Awang saat penyerahan PI tersebut di Balik Papan, Kalimantan Timur, Selasa (6/10). (Baca: Dibayari Pertamina, Kaltim Batal Gandeng Swasta di Blok Mahakam)

Dia mengakui bahwa PI yang didapat di Blok Mahakam sebesar 10 persen, lebih rendah dari tuntutan Pemprov Kaltim yakni 19 persen. Namun, Pemprov Kaltim masih bisa menerimanya, dengan alasan keterbatasan dana yang diperlukan untuk mengambil saham tersebut.

“Jika meminta 30 persen, harus melalui perhitungan yang matang, mampu tidak? Sedangkan 10 persen aja mengah-mengah, apalagi sampai 30 persen,” ujar Awang.

Permintaan porsi saham ini merupakan bagian dari 10 tuntutan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar yang diajukan kepada pemerintah pada 25 Juni lalu. Tuntutan ini merupakan syarat untuk menyetujui keputusan pemerintah soal Blok Mahakam. Menurut Awang, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) bersedia memenuhi sebagian besar tuntutan tersebut.

“Kami tidak  akan  menuntut  ke Mahkamah Konstitusi.  Hampir semua tuntutan gubernur dipenuhi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero),” ujar Awang.

Dua poin tuntutan, yakni terkait besaran PI dan keleluasaan untuk bermitra dengan swasta, sudah jelas tidak bisa dipenuhi. Sisanya, dia tidak bisa menjelaskan delapan poin tuntutan lainnya yang bisa dipenuhi pemerintah dan pertamina. (Baca: Pertamina Tolak Serahkan Asetnya Kepada Pemprov Kaltim)

Inilah 10 permintaan Pemprov Kaltim dari hasil keputusan rapat bersama, yang dikutip Katadata:

  1. Porsi Participating Interestdaerah dalam pengelolaan Blok Mahakam yang dalam Permen ditetapkan maksimal 10 persen, dimintakan untuk dapat diperbesar minimal 19 persen.
  2. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Kartenegara diberikan keleluasaan untuk menentukan mitra yang paling menguntungkan bagi daerah, antara pihak swasta dan Pertamina.
  3. Apabila terjadi kerjasama dengan Pertamina, Daerah diberikan hal menempatkan wakilnya dalam jajaran management operatorship.
  4. Pertamina/Pemerintah wajib memprogramkan dan membangun jaringan pipanisasi gas dan pasokan gas ke daerah-daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, terutama di tiga kawasan industri.
  5. Pertamina dan pemerintah wajib memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk menikmati sepenuhnya gas yang ada di daerahnya. Termasuk pembangunan jaringan gas rumah tangga di seluruh Kabupaten/Kota Kalimantan Timur.
  6. Pertamina wajib menyerahkan semua aset milik Pertamina yang ada di daerah yang bukan merupakan bisnis inti (core business) Pertamina untuk kepentingan daerah.
  7. Pertamina harus menjamin pemenuhan kuota bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan kebutuhan Kalimantan Timur.
  8. Pemerintah Daerah Kalimantan Timur menolak jaringan pipanisasi gas dari pulau Kalimantan ke pulau Jawa melalui proyek Kalija.
  9. Pemerintah Daerah Kalimantan Timur diberikan hak untuk memperoleh data dan informasi produksi dan keuangan dari hasil pengelolaan Blok Mahakam.
  10. Pemerintah melalui Pertamina wajib merealisasikan pembangunan kilang (refinery) baru dengan kapasitas 300.000 barel per hari di Bontang.

 

Kontributor: Awaluddin Jalil (Kaltim)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait