Cegah PHK, Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pengaduan Investasi

"Jadi investor alas kaki dan tekstil apabila ingin melakukan PHK datang dulu ke kami"
Safrezi Fitra
2 Oktober 2015, 19:43
BKPM
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA - Pemerintah akan membentuk desk khusus investasi di bidang pertekstilan dan juga alas kaki (sepatu). Desk khusus ini akan memfasilitasi investor di kedua sektor tersebut, terutama dalam mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat perlambatan ekonomi saat ini.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani akan menjadi koordinator tim yang mulai aktif pada 9 Oktober ini. Anggotanya terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, dan juga Kementerian Perdagangan. Selain itu tim ini juga berisikan dua asosiasi terkait, yakni Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan juga Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO).

"Jadi investor alas kaki dan tekstil apabila ingin melakukan PHK datang dulu ke kami," kata Franky saat memberikan keterangan pers di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/10).

Tim lintas kementerian ini akan memberikan dukungan teknis, seperti keringanan pajak, tarif listrik, bahan bakar, hingga keringanan kredit dari perbankan BUMN. Dukungan ini baru dapat dilakukan setelah perusahaan tekstil dan sepatu melapor kepada desk khusus tersebut. Misalnya, pengusaha mengalami tagihan listrik yang besar saat produksinya turun. Desk khusus akan membicarakannya kepada PLN untuk memberi keringanan, seperti mencicil pembayaran selama 6-12 bulan.

Franky menjelaskan ketika ada laporan, desk khusus ini akan memverikasi terlebih dahulu beban perusahaan dan data terkait pekerja. Ini untuk memastikan apakah si perusahaan tersebut layak mendapat keringanan atau tidak. "Jadi kalau mereka sekedar mengeluh tanpa data yang jelas, tidak akan bisa kami mintakan keringanan," kata Franky.

Dia tidak bisa memastikan sampai kapan tim ini akan beroperasi. Namun, ada kemungkinan lingkup desk ini akan diperluas bagi sektor padat karya lainnya, selain tekstil dan alas kaki.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan aksi pembentukan desk khusus ini merupakan bukti keseriusan pemerintah terhadap dunia usaha terutama di kondisi ekonomi yang sedang sulit saat ini. "Saya harap industri bisa melihat ini, apalagi tekstil dan alas kali merupakan penyumbang devisa yang sangat besar," kata Lembong.

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan 70 pabrik alas kaki di tanah air tutup. Persentasenya mencapai 19 persen dari jumlah total pabrik alas kaki di Indonesia yang mencapai 365 pabrik. Penutupan pabrik merupakan imbas dari melemahnya daya beli masyarakat. Akibatnya, ada sekitar 36 ribu pekerja di sektor alas kaki terpaksa harus dirumahkan. Mereka kebanyakan bekerja di pabrik skala kecil dengan yang berorientasi di pasar domestik.

"Ini karena penjualan alas kaki, terutama lokal turun 17 persen hingga 20 persen pada semester I-2015 dibandingkan semester I-2014,” kata Eddy.

Berdasarkan data BKPM realisasi investasi sepanjang semester I-2015 naik 58 persen atau sebesar Rp 3,8 triliun dibanding semester I-2014. Sementara realisasi investasi alas kaki pada periode tersebut naik sebesar 613 persen atau sebesar Rp 759 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait