Pemerintah Akan Terapkan Standar BBM EURO IV Tahun Depan

Targetnya, pada 2021 Indonesia sudah bisa menerapkan penggunaan EURO IV di seluruh wilayah
Safrezi Fitra
1 Oktober 2015, 18:59
BBM
Arief Kamaludin|KATADATA
Selama ini Indonesia hanya mampu memproduksi BBM dengan kualitas emisi standar EURO II

KATADATA - Pemerintah menargetkan tahun depan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dijual dan diproduksi di Indonesia sudah menggunakan standar emisi Eropa atau  Euro (European Emission Standards) IV. Selama ini BBM yang diproduksi di Indonesia hanya mempunyai kualitas emisi standar Euro II.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Setyorini Tri Hutami mengatakan untuk mendukung target tersebut, PT Pertamina (Persero) sedang melakukan revitalisasi dan moderenisasi kilang-kilangnya. Dengan moderenisasi ini, kilang Pertamina akan bisa memproduksi BBM Euro IV.

"Dengan upgrading itu baru bisa menghasilan Euro IV, sekarang belum. Diupayakan kilang di RFCC Cilacap, PLBC Cilacap, Kilang RDMP, dan kilang baru (ditargetkan tahun 2019)," kata Rini kepada katadata, Kamis (1/10).

Dia mengakui saat ini kemampuan kilang di Indonesia belum bisa memproduksi BBM dengan kualitas emisi yang baik dengan standar Euro yang tinggi. Faktor utamanya adalah usia kilang yang ada di Indonesia sudah tua. Bahkan hampir empat puluh tahun terakhir Pertamina tidak pernah membangun kilang baru.

Rini juga belum bisa memastikan kapan kilang-kilang dalam negeri bisa mampu memproduksi BBM dengan standar Euro IV. Namun, Kementerian ESDM tetap mengupayakan agar target penggunaan Euro IV bisa dilaksanakan tahun depan.

"Yang pasti upaya kami untuk mengarah ke sana terus ada. Tapi kendalanya, kilang kita belum men-support sepenuhnya untuk menghasilkan BBM kualitas Euro IV," ujarnya.

Kebijakan menggunakan standar BBM berkualitas tinggi merupakan usulan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Rencananya kementerian akan mengeluarkan Peraturan Menteri LHK yang mengatur tentang penggunaan BBM Euro IV di kota-kota besar mulai tahun depan.

Kepala Subdirektorat Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian KLH Ratna Kartika Sari mengatakan  kota-kota besar saat ini menjadi penyumbang tersebar emisi di Indonesia. "Hampir 90 persen disumbangkan dari masyarakat kota urban, dan transportasi menyumbang 23 persen dari total nasional emisi CO2 (minyak fosil)," ujar Ratna dalam Dialog Publik "Fuel Quality dan Fuel Economy" di Jakarta, Rabu (30/1).

Selain permen, Kementerian LHK juga akan mendorong terbentuknya peta jalan (roadmap) untuk merealisasikan kebijakan ini secara bertahap. Beberapa tahapan dalam roadmap tersebut akan menjelaskan kegiatan modifikasi kilang Balongan dan Balikpapan agar dapat memasok BBM standar Euro IV di beberapa kota besar pada 2016. Target ke depannya, pada 2021 Indonesia sudah bisa menerapkan penggunaan Euro IV di seluruh wilayah.

Reporter: Anggita Rezki Amelia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait