Jadi Offtaker, Pertamina Minta Saham di Kilang Swasta

Investor meminta lebih banyak dari sisi retail untuk mendistribusikan produk hasil kilang di daerahdaerah yang tingkat konsumsinya besar
Safrezi Fitra
30 September 2015, 09:53
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Investor yang berminat membangun kilang meminta agar PT Pertamina (Persero) berkomitmen menjadi offtaker yang menyerap seluruh hasil produksi kilang yang akan dibangun. Pertamina pun menyatakan siap, tapi dengan beberapa syarat.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan pihaknya siap menjadi offtaker, asalkan bisa mendapatkan saham pada kilang tersebut. Selain itu, Pertamina juga berharap untuk ditunjuk menjadi operator kilang. Pengalaman dalam mengelola kilang selama ini telah menjadi poin lebih bagi pertamina.

?Yang paling penting adalah kami memiliki equity pada proyek yang menghasil BBM (bahan bakar minyak) dan turunannya. Karena kami memiliki expertise (keahlian) di sana,? ujar Wianda kepada Katadata, beberapa waktu lalu.

(Baca: Bangun Infrastruktur, Pemerintah Didorong Gandeng Swasta)

Menurut Wianda, dari hasil pembicaraan dengan para investor, tidak ada yang mempermasalahkan kerjasama dari sisi kilang. Investor meminta lebih banyak dari sisi retail, untuk mendistribusikan produk hasil kilang di daerah-daerah yang tingkat konsumsinya besar.

Dia mengatakan sebenarnya Pertamina tidak melihat adanya urgensi pihak swasta harus melakukan distribusi hasil kilang. Selama ini hanya Pertamina yang berani dan mendapat penugasan khusus untuk mendistribusikan BBM di daerah terpencil, meski margin keuntungannya sangat kecil. Selama 57 tahun, tidak ada swasta yang mau masuk ke pelosok desa untuk mendistribusikan BBM.

(Baca: Pertamina Tak Setuju Perusahaan Asing Jual BBM Bersubsidi)

Meski demikian, Wianda tidak mempermasalahkan hal ini, mengingat Pertamina telah memiliki infrastruktur di setiap daerah. Yang paling penting adalah investor yang akan bekerjasama membangun kilang dengan Pertamina ini, bisa menjamin pasokan minyak mentah sebagai bahan baku.

Mengenai pendanaan, Pertamina juga menyerahkan sepenuhnya pada investor tersebut. Pertamina juga akan menyediakan dana untuk proyek yang akan dibangun. ?Kalau ada investor yang memilki dana hingga US$ 10 miliar, tentunya kami senang. Kami juga sedang berupaya menyiapkan dana hingga US$ 15 miliar. Banyak (investor) yang sudah berminat,? ujar Wianda.

(Baca: Masih Wacana, Saudi Aramco Belum Ajukan Izin Investasi ke BKPM)

Saat ini Pertamina telah merencanakan pembangunan tiga unit kilang baru, dan merevitalisasi empat kilang lama. Rencana pembangunan kilang ini masih menunggu Peraturan Presiden yang dijanjikan pemerintah, sebagai jaminan hukum bagi Pertamina. 

(Baca: Pemerintah Kesulitan Cari Lokasi Strategis untuk Bangun Kilang)

Reporter: Manal Musytaqo
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait