Ekspor Minyak Akan Dibatasi Tahun Depan

Kebijakan pengurangan ekspor minyak bisa membuat Pertamina hemat Rp 45 triliun per tahun
Safrezi Fitra
10 September 2015, 19:44
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Pemerintah berencana mengurangi ekspor minyak mentah tahun depan. Pengurangan ekspor ini akan diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan pengurangan ekspor ini penting untuk mengoptimalkan produksi minyak nasional untuk kebutuhan dalam negeri. Permen akan mengatur larangan ekspor untuk minyak mentah dengan spesifikasi yang sesuai dengan fasilitas pengolahan di dalam negeri.

Kementerian ESDM mencatat saat ini ekspor minyak mentah Indonesia mencapai 400 ribu barel per hari termasuk kondensat. Padahal dari jumlah itu, ada lebih dari 200 ribu barel yang bisa diolah di dalam negeri.

"Ini sudah dilakukan kajian untuk optimalisasi bersama SKK Migas dan pertamina," kata dia di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (10/9).

Selain untuk mengoptimalkan produksi dalam negeri, kebijakan ini juga bisa menguatkan nilai tukar rupiah secara signifikan. Selama ini untuk mengimpor kebutuhan minyak dalam negeri PT Pertamina (Persero) membutuhkan banyak dolar setiap harinya.

Dengan kebijakan ini, Pertamina membeli minyak dari kontrakto kontrak kerja sama (KKKS) dengan harga dolar, tapi pembayarannya menggunakan rupiah. Dengan mengurangi penggunaan dolar ini, Pertamina dan negara bisa menghemat hingga US$ 3,8 miliar per tahun, atau  hampir Rp 45 triliun per tahun dengan kurs sekarang. 

Saat ini sudah ada 14 KKKS yang diajak berdiskusi agar mau menjual minyaknya kepada Pertamina. Kepala Satuan Kerja Khusus Amien Sunaryadi mengatakan dari hasil pertemuan tersebut, para KKKS merespons positif rencana ini. Namun, belum sampai pada kesepakatan jual beli dan penentuan harga.

Amien juga belum bisa menyebutkan siapa saja 14 KKKS tersebut, karena masih menunggu keputusan dari masing-masing KKKS tersebut. "Mereka akan melaporkan ke kantornya terlebih dahulu. Minggu depan akan ada keputusan," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait